Arti Kata "wadal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wadal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wadal

wa·dal n kurban untuk makhluk halus: kalau tidak diruwat, mereka akan menjadi -- untuk santapan Batara Kala

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wadal"

📝 Contoh Penggunaan kata "wadal" dalam Kalimat

1.Dalam agama Hindu, kurban wadal dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Batara Kala.
2.Dalam mitologi Jawa, wadal adalah korban yang disajikan kepada Batara Kala sebagai ganti rugi jika tidak dilakukan ritual ruwat.
3.wadal adalah salah satu jenis korban yang biasa disajikan dalam upacara adat di daerah pedalaman Jawa.
4.Dalam beberapa agama Hindu di Indonesia, wadal digunakan sebagai salah satu jenis korban untuk memohon perlindungan dari kekuatan alam.
5.Dalam kisah rakyat Jawa, seorang petani yang tidak melakukan upacara ruwat akan menjadi santapan wadal bagi Batara Kala.

📚 Artikel terkait kata "wadal"

Mengenal Kata 'wadal' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Wadal" - Makna dan Konteksnya

Kata "wadal" memiliki makna yang khas dalam bahasa Indonesia, terutama dalam konteks keagamaan dan budaya lama. Secara harfiah, wadal diartikan sebagai kurban untuk makhluk halus, seperti roh-roh atau hantu. Dalam konsep kejawen, wadal dianggap sebagai cara untuk melepaskan diri dari kesedihan dan kekhawatiran dengan menyediakan kurban bagi makhluk halus. Dalam praktiknya, wadal sering digunakan sebagai cara untuk menghindari bencana alam atau kesedihan yang ditimbulkan oleh makhluk halus. Jika tidak ada kurban yang disediakan, maka makhluk halus tersebut akan menjadi "santapan" untuk Batara Kala, seorang dewa dalam kejawen yang dikaitkan dengan alam semesta dan kehidupan. Dengan demikian, wadal memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan budaya Indonesia, terutama dalam konteks keagamaan dan kepercayaan. Contoh penggunaan kata wadal dapat dilihat dalam beberapa kalimat alami, seperti: "Penduduk desa itu menyediakan wadal untuk menghindari bencana alam yang akan datang"; atau "Ia mengorbankan wadal untuk melepaskan diri dari kesedihan setelah kehilangan keluarganya". Dalam kedua contoh tersebut, kata wadal digunakan sebagai cara untuk menghindari kesulitan atau bencana yang ditimbulkan oleh makhluk halus. Wadal juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Meskipun kepercayaan lama terhadap makhluk halus sedikit berkurang, namun konsep wadal masih digunakan dalam beberapa bentuk, seperti dalam upacara keagamaan atau tradisi kebudayaan. Dengan demikian, kata wadal tetap memiliki makna yang penting dalam kehidupan sosial dan budaya Indonesia, terutama dalam konteks keagamaan dan kepercayaan.