Arti Kata "terombol" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "terombol" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

terombol

te·rom·bol Jw v, me·ne·rom·bol v menerobos; melantas: lampu merah sudah menyala, tetapi mobil itu masih mau ~ juga

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "terombol"

📝 Contoh Penggunaan kata "terombol" dalam Kalimat

1.Lampu merah sudah menyala, tetapi mobil itu masih mau terombol.
2.Warga setempat menuduh polisi terombol saat menyelesaikan operasi penindakan.
3.Pemilik sepeda motor mengaku terombol karena melampaui batas kecepatan di jalan tol.
4.Pada malam hari, mobil itu melintas di jalanan sambil terombol di bawah hujan deras.
5.Kami tidak mau terombol oleh kemacetan saat akan tiba di kantor.

📚 Artikel terkait kata "terombol"

Mengenal Kata 'terombol' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "terombol" - Penghambat Lalu Lintas

Kata "terombol" sering digunakan dalam konteks lalu lintas, tetapi apa sebenarnya maknanya? Kata ini memiliki arti resmi sebagai "me·ne·rom·bol v" yang berarti menerobos atau melantas, seperti ketika seseorang atau kendaraan melewati lampu merah yang sedang menyala. Penggunaan kata ini biasanya terlihat di jalan raya, terutama ketika pengemudi atau pejalan kaki mengabaikan aturan lalu lintas. Dalam konteks sejarah, kata ini mungkin tidak begitu umum digunakan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat atau melihatnya dalam perilaku orang di jalan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "terombol" dalam kalimat yang alami: - "Mobil itu terombol lampu merah, kemudian berhenti di depan toko." - "Pengemudi itu terombol garis bus, karena terburu-buru." - "Anak-anak itu terombol jalur pejalan kaki, karena tidak melihat sinyal." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "terombol" memiliki relevansi terutama dalam konteks lalu lintas. Dalam budaya Indonesia modern, kita sering melihat atau melihat perilaku pengemudi atau pejalan kaki yang melanggar aturan lalu lintas. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan pentingnya mengikuti aturan lalu lintas untuk menghindari kecelakaan atau kerugian.