Arti Kata "conteng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "conteng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

conteng

con·teng /conténg/ n coret (palit) dng jelaga, arang, dsb; coreng;
ber·con·teng-con·teng v ada conteng-contengnya; bercoreng-coreng (dng arang, jelaga, dsb): mukanya ~; papan tulis itu ~ dng kapur;
men·con·teng v mencoreng dng arang (tinta, cat, dsb): anak itu ~ alisnya dng arang;
~ arang di muka, pb memberi malu;
men·con·teng-con·teng v mencoreng-coreng (memalit-malit, mencoret-coret) dng arang (tinta, kapur, dsb): anak itu ~ dinding rumah kami;
men·con·teng·kan v mencorengkan; memalitkan: ibarat ~ arang di dahi sendiri;
ter·con·teng v 1 sudah diconteng(kan); 2 ki kena noda (aib, malu);
~ arang di muka, pb mendapat malu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "conteng"

📝 Contoh Penggunaan kata "conteng" dalam Kalimat

1.Tangan anak kecil terlihat bercon·teng-con·teng dengan coreng-coreng di atasnya.
2.Papan tulis yang digunakan oleh guru mulai bercon·teng dengan tinta kapur yang berwarna hitam.
3.Anak kecil itu suka bermain dengan cat air di dinding, menyebabkan dindingnya bercon·teng-con·teng.
4.Ketika anak itu berperilaku tidak sopan, ayahnya memberinya conteng arang di muka sebagai pelajaran.
5.Kata-kata kasar yang digunakan oleh temannya membuatnya merasa tercon·teng dan malu.

📚 Artikel terkait kata "conteng"

Mengenal Kata 'conteng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Conteng" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "conteng" memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses mencoreng atau memalit menggunakan bahan seperti arang, jelaga, atau kapur. Proses ini sering dilakukan pada permukaan bahan seperti papan tulis, dinding, atau bahkan wajah. Dalam kehidupan sehari-hari, "conteng" sering digunakan dalam berbagai situasi. Contohnya, ketika Anda melihat seseorang memiliki tanda coreng-coreng di wajahnya, Anda bisa mengatakan bahwa dia "berconteng". Atau, ketika Anda melihat papan tulis yang telah dicoreng dengan kapur, Anda bisa mengatakan bahwa papan itu "conteng". Berikut contoh kalimat lainnya: "Anak itu mencoreng dinding rumah kami dengan arang", atau "Dia mencoreng alisnya dengan tinta". Kata "conteng" juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, kata ini digunakan sebagai bentuk ejekan atau sindiran. Misalnya, ketika seseorang melakukan kesalahan, orang lain bisa mengatakan bahwa mereka "terconteng" atau memiliki "conteng arang di muka". Dalam situasi ini, kata "conteng" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak enak atau malu. Namun, perlu diingat bahwa kata "conteng" juga memiliki makna positif. Dalam beberapa kasus, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses menciptakan sesuatu yang indah atau kreatif. Misalnya, ketika seorang seniman mencoreng lukisan mereka dengan warna yang indah, orang lain bisa mengatakan bahwa mereka "conteng" dengan kreativitasnya. Dalam situasi ini, kata "conteng" digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang kreatif dan inspiratif. Dalam kesimpulan, kata "conteng" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dari proses mencoreng hingga kehidupan sehari-hari, kata ini digunakan dalam berbagai situasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks yang tepat untuk menggunakan kata "conteng" dalam percakapan sehari-hari.