Arti Kata "buncah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "buncah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

buncah

bun·cah a 1 keruh (tt air); 2 gelisah; kacau (tt hati atau pikiran);
mem·bun·cah v 1 menjadi buncah: pikirannya - sejak ditinggal kekasihnya; 2 mengeruhkan; menggelisahkan;
mem·bun·cah·kan v mengacaukan; menggelisahkan: sampai sekarang kejadian yg kemarin masih - pikirannya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "buncah"

📝 Contoh Penggunaan kata "buncah" dalam Kalimat

1.Air sungai menjadi buncah setelah hujan terus mengguyur selama seminggu.
2.Pikiran anak perempuan buncah setelah pacarnya pindah ke kota lain.
3.Kondisi ekonomi negara buncah setelah krisis global melanda.
4.Pemimpin harus dapat mengatasi pikiran buncah dan membuat keputusan yang tepat.
5.Kondisi lingkungan menjadi buncah setelah kebocoran limbah industri.

📚 Artikel terkait kata "buncah"

Mengenal Kata 'buncah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Buncah" dalam Bahasa Indonesia

Kata "buncah" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah, kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi air yang keruh atau berlumpur. Namun, di era modern, makna kata "buncah" telah berkembang untuk mencakup suasana hati yang gelisah, kacau, atau bingung. Buncah dalam arti resmi memiliki dua bentuk, yaitu kata benda dan kata kerja. Sebagai kata benda, "buncah" digunakan untuk menggambarkan air yang keruh atau berlumpur. Contohnya, "Air sungai yang keruh menjadi buncah akibat hujan deras." Sementara itu, sebagai kata kerja, "buncah" digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi hati atau pikiran yang gelisah atau kacau. Contohnya, "Pikiranmu buncah setelah ditinggal kekasihmu." Kata "buncah" juga dapat digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang yang sedang menghadapi masalah dalam pekerjaannya mungkin akan mengatakan, "Aku sedang dalam keadaan buncah karena deadline proyekku yang mendekat." Dalam budaya Indonesia modern, kata "buncah" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan suatu kondisi hati atau pikiran yang tidak stabil. Dalam kesimpulan, kata "buncah" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia dan dapat digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan penggunaan kata "buncah", kita dapat lebih mudah berkomunikasi dan mengungkapkan perasaan kita dengan lebih efektif.