Arti Kata "gajah lalu dibeli" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gajah lalu dibeli" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gajah lalu dibeli

Peribahasa mengerjakan sesuatu yang penting dengan melupakan hal-hal yang kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk menyelesaikan sesuatu yang penting itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gajah lalu dibeli"

📝 Contoh Penggunaan kata "gajah lalu dibeli" dalam Kalimat

1.Dia sangat ingin menyelesaikan proyeknya, sehingga dia lupa untuk makan siang, gajah lalu dibeli dengan alasan membeli bahan makanan.
2.Pemilik toko itu terlalu sibuk untuk mengelola bisnisnya, sampai-sampai gajah lalu dibeli sebagai ikon toko tersebut.
3.Dalam cerita rakyat, raja yang ingin membangun kastil terbesar, sehingga gajah lalu dibeli untuk digunakan sebagai pengangkut batu.
4.Siswa itu terlalu sibuk untuk menyelesaikan tugas, sampai-sampai dia lupa untuk makan sarapan, padahal ia harus berangkat ke sekolah, gajah lalu dibeli sebagai makanannya.
5.Pemilik restoran itu ingin menarik perhatian pelanggan, sehingga ia membeli gajah dan menempatkannya di depan restoran, gajah lalu dibeli sebagai atraksi.

📚 Artikel terkait kata "gajah lalu dibeli"

Mengenal Kata 'gajah lalu dibeli' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gajah lalu dibeli" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "gajah lalu dibeli" adalah peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia, dengan makna umum yang menggambarkan tindakan seseorang yang terlalu fokus pada hal penting, sehingga melupakan hal-hal kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk menyelesaikan sesuatu yang penting itu. Peribahasa ini berasal dari cerita tentang seorang yang sangat ingin membeli gajah, sehingga dia melupakan kebutuhan dasar lainnya seperti makanan dan tempat tinggal. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali melihat contoh penggunaan kata "gajah lalu dibeli" dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Dia begitu terlalu fokus pada proyeknya sehingga dia melupakan kewajibannya untuk menyelesaikan tugas lainnya, yang bisa dikatakan dia **menggunakan peribahasa gajah lalu dibeli** dalam menyelesaikan proyeknya." Atau, "Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia melupakan kebutuhan keluarganya, **seperti menggunakan kata gajah lalu dibeli** dalam menjalani kehidupan sehari-hari." Dalam budaya Indonesia modern, kata "gajah lalu dibeli" memiliki relevansi yang luas. Kita sering kali melihat orang yang terlalu fokus pada tujuan mereka, sehingga melupakan hal-hal kecil yang sebenarnya sangat perlu untuk mencapai tujuan itu. Oleh karena itu, peribahasa ini bisa dijadikan inspirasi dan motivasi bagi kita untuk tidak melupakan hal-hal kecil dalam mencapai tujuan kita, sehingga kita bisa mencapai kesuksesan yang lebih optimal.