Arti Kata "ateistis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ateistis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ateistis

ate·is·tis /atéistis/ a bersifat tidak mengakui adanya Tuhan: propaganda yg -- bertentangan dng Pancasila

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ateistis"

📝 Contoh Penggunaan kata "ateistis" dalam Kalimat

1.Dalam dunia pendidikan, kurikulum sekolah harus memperkenalkan konsep keberagaman agama, termasuk tentang ajaran yang ateistis.
2.Dalam konteks sehari-hari, seorang ateistis biasanya dianggap tidak terikat oleh kepercayaan agama tertentu.
3.Dalam filsafat, teori ateistis sering digunakan untuk mengkritik konsep Tuhan dan kekuasaan-Nya.
4.Dalam konteks sosial, beberapa kelompok masyarakat dianggap memiliki kecenderungan ateistis yang kuat.
5.Dalam konteks sastra, novel "The Godless" menunjukkan kisah seorang remaja yang tumbuh dalam lingkungan ateistis.

📚 Artikel terkait kata "ateistis"

Mengenal Kata 'ateistis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ateistis" - Inspirasi dan Motivasi

Pengertian umum kata "ateistis" merujuk pada sifat atau perilaku yang tidak mengakui adanya Tuhan atau kekuatan supranatural. Dalam konteks sejarah, kata ini berkembang sebagai reaksi terhadap agama-agama yang mendominasi masyarakat pada abad ke-18 dan ke-19. Ateisme menjadi gerakan yang signifikan dalam pengembangan filsafat, politik, dan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "ateistis" sering digunakan untuk menggambarkan perilaku atau ide yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Misalnya, "Gerakan tersebut dianggap ateistis karena mengkritik doktrin agama secara terbuka." Atau, "Ia dianggap sebagai tokoh ateistis karena mengajarkan filsafat yang tidak mengakui adanya Tuhan." Dalam konteks Indonesia, kata "ateistis" memiliki makna yang lebih spesifik. Menurut Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Pancasila merupakan dasar negara yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, ateistis dianggap sebagai gerakan yang bertentangan dengan Pancasila. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku atau ide yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.