Arti Kata "tutuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tutuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tutuh

tu·tuh, me·nu·tuh v 1 memangkas atau menebang cabang-cabang kayu; 2 merusak (perahu dsb) untuk diambil kayunya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tutuh"

📝 Contoh Penggunaan kata "tutuh" dalam Kalimat

1.Pengeras jalan memerlukan penanganan rutin untuk mencegah kerusakan permukaan.
2.Kami perlu membentuk tim yang kompeten untuk tutuh pohon yang tumbuh liar di hutan.
3.Penggarap perlu berhati-hati saat tutuh cabang-cabang kayu agar tidak menyebabkan cedera.
4.Dalam proses pembuatan mebel, pengrajin perlu tutuh kayu yang tidak sesuai untuk dijadikan bahan.
5.Para pemanfaat hutan harus mengikuti aturan yang berlaku untuk menghindari tutuh pohon yang dilindungi.

📚 Artikel terkait kata "tutuh"

Mengenal Kata 'tutuh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tutuh" - Membangun Hutan dan Meningkatkan Keterampilan

Kata "tutuh" memiliki makna yang menarik dan kaya dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, tutuh berarti memangkas atau menebang cabang-cabang kayu untuk mendapatkan kayu yang lebih besar. Namun, dalam konteks historis, tutuh juga dapat berarti merusak perahu atau kapal untuk diambil kayunya. Kata ini memiliki akar yang kuat dalam budaya Indonesia, terutama dalam kegiatan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam. Dalam kehidupan sehari-hari, tutuh dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Petani tutuh pohon kayu untuk mendapatkan kayu bakar yang lebih besar." Dalam kalimat ini, tutuh digunakan untuk menggambarkan proses memotong atau menebang kayu. Contoh lain adalah, "Nelayan tutuh perahu kapal untuk mendapatkan kayu yang lebih berkualitas." Dalam kalimat ini, tutuh digunakan untuk menggambarkan proses merusak atau menggali perahu kapal untuk mendapatkan kayu yang lebih baik. Dalam budaya Indonesia modern, kata tutuh memiliki relevansi yang signifikan dalam kegiatan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam. Tutuh dapat digunakan dalam pengelolaan hutan, dimana pohon-pohon yang tidak berguna dapat dihilangkan untuk memberikan ruang bagi pohon-pohon yang lebih produktif. Selain itu, tutuh juga dapat digunakan dalam kegiatan pembangunan, seperti pembangunan jalan atau bangunan, dimana kayu-kayu yang tidak berguna dapat dihilangkan untuk memberikan ruang bagi material lainnya. Dengan demikian, kata tutuh menjadi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan seseorang dalam mengelola sumber daya alam.