Arti Kata "antropoda" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "antropoda" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
antropoda
an·tro·po·da n kera tidak berekor dan berjalan agak tegak, dr keluarga primata (simpanse, gorila, orang utan, atau gibon)
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "antropoda"
📝 Contoh Penggunaan kata "antropoda" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "antropoda"
Arti Kata Antropoda Menurut KBBI
Pengertian Antropoda
Antropoda adalah kelompok hewan yang termasuk dalam filum Arthropoda, yang merupakan kelompok hewan invertebrata dengan eksoskeleton atau rangka luar yang keras. Hewan antropoda memiliki ciri khas berupa tubuh yang tersegmentasi, kaki bersendi, dan pertumbuhan melalui molting atau pergantian kulit luar. Kelas antropoda meliputi berbagai jenis hewan seperti serangga, laba-laba, udang, kepiting, dan sebagainya.
Antropoda merupakan kelompok hewan yang sangat beragam dan tersebar di berbagai habitat, mulai dari darat hingga air. Serangga, misalnya, merupakan contoh hewan antropoda yang paling banyak dijumpai di berbagai lingkungan. Mereka memiliki tiga segmen tubuh (kepala, dada, dan perut) serta enam kaki yang digunakan untuk bergerak dan mencari makan. Laba-laba juga termasuk dalam kelas antropoda dan dikenal dengan ciri khas pembuat jaring untuk menangkap mangsa.
Para ilmuwan sering mempelajari struktur tubuh antropoda untuk memahami evolusi hewan dari waktu ke waktu. Dengan mempelajari ciri khas seperti eksoskeleton, sistem pernafasan, dan reproduksi, mereka dapat melacak perkembangan hewan antropoda dari masa lampau hingga saat ini. Penelitian tentang antropoda juga membantu dalam pemahaman ekosistem dan interaksi antara hewan-hewan tersebut dengan lingkungan sekitar.
Berbeda dengan hewan vertebrata, antropoda tidak memiliki tulang belakang internal, namun mengandalkan eksoskeleton sebagai bentuk perlindungan dan penyangga tubuh. Eksoskeleton ini juga berperan dalam proses molting, di mana hewan antropoda melepaskan kulit luar yang keras untuk memungkinkan pertumbuhan tubuh yang lebih besar. Keberagaman antropoda juga terlihat pada kelompok udang dan kepiting, yang merupakan hewan air dengan struktur tubuh yang unik dan adaptasi khusus untuk hidup di lingkungan air.
Kepiting, sebagai contoh hewan antropoda, sering dijumpai di lingkungan pesisir dan memiliki peranan penting dalam rantai makanan ekosistem laut. Mereka memiliki ciri khas cakar yang kuat untuk mencari makanan di dasar laut serta eksoskeleton yang keras untuk melindungi tubuhnya dari predator. Studi tentang kepiting dan hewan antropoda lainnya memberikan wawasan yang berharga tentang keragaman hayati dan adaptasi hewan-hewan tersebut dalam lingkungan alamiahnya.