Arti Kata "kewuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kewuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kewuh

ke·wuh /kéwuh/, me·nge·wuh·kan v membuat enggan; membuat segan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kewuh"

📝 Contoh Penggunaan kata "kewuh" dalam Kalimat

1.Di sekolah, guru harus menghindari membuat muridnya kewuh dan tidak mau belajar.
2.Kegiatan ekstrakurikuler yang dibuat untuk anak-anak kecil harus dapat membuat mereka merasa bahagia, bukan kewuh.
3.Pada hari itu, saya merasa kewuh melihat teman-teman saya yang berangkat ke luar negeri untuk belajar.
4.Dalam novel itu, karakter utama merasa kewuh melihat kehidupan masyarakat yang kaya-kaya.
5.Pemberi pinjaman harus berhati-hati agar tidak membuat pinjaman menjadi kewuh dan tidak ada yang mau kembali membayar.

📚 Artikel terkait kata "kewuh"

Mengenal Kata 'kewuh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kewuh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kewuh" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, kewuh digunakan untuk menggambarkan perasaan enggan atau segan. Makna ini telah berkembang sejak zaman dahulu kala dan masih relevan hingga saat ini. Dalam konteks sejarah, kata "kewuh" sering digunakan untuk menggambarkan perasaan orang-orang ketika mereka harus menghadapi situasi yang tidak menyenangkan atau tidak nyaman. Penggunaan kata "kewuh" dapat dilihat dalam kalimat-kalimat sehari-hari. Misalnya, "Saya merasa kewuh saat harus menghadapi atasan yang keras". Dalam kalimat ini, kata "kewuh" digunakan untuk menggambarkan perasaan enggan atau segan yang dirasakan oleh pengguna kata. Selain itu, kata "kewuh" juga dapat digunakan dalam kalimat seperti "Saya tidak ingin pergi ke acara itu, saya merasa kewuh". Dalam kalimat ini, kata "kewuh" digunakan untuk menggambarkan perasaan enggan atau tidak ingin melakukan sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kewuh" masih relevan dan sering digunakan. Misalnya, ketika seseorang harus menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, mereka mungkin akan merasa kewuh. Dalam budaya Indonesia modern, kata "kewuh" juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti untuk menggambarkan perasaan orang-orang ketika mereka harus menghadapi perubahan atau kehilangan sesuatu. Dalam hal ini, kata "kewuh" digunakan untuk menggambarkan perasaan yang kompleks dan bervariasi.