Arti Kata "angka reproduksi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "angka reproduksi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

angka reproduksi

[Dem] banyaknya bayi perempuan yang akan menggantikan ibunya dalam satu generasi pada masa yang akan datang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "angka reproduksi"

📝 Contoh Penggunaan kata "angka reproduksi" dalam Kalimat

1.Dalam konteks demografi, angka reproduksi menunjukkan kemampuan suatu populasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan jumlah penduduk.
2.Pemerintah harus memperhatikan angka reproduksi nasional untuk merencanakan kebijakan pertumbuhan penduduk yang berkelanjutan.
3.Rasio angka reproduksi yang ideal adalah tiga bayi perempuan per satu bayi laki-laki untuk menjamin kelangsungan generasi.
4.Dalam sebuah novel, angka reproduksi yang rendah di sebuah desa digambarkan sebagai konsekuensi dari perubahan pola hidup dan nilai-nilai sosial.
5.Dosen mengajarkan mahasiswa tentang pengaruh angka reproduksi terhadap kepadatan penduduk dan kualitas lingkungan.

📚 Artikel terkait kata "angka reproduksi"

Mengenal Kata 'angka reproduksi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "angka reproduksi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "angka reproduksi" seringkali digunakan dalam konteks demografi dan sosiologi. Dalam arti resmi, angka reproduksi merujuk pada [dem] banyaknya bayi perempuan yang akan menggantikan ibunya dalam satu generasi pada masa yang akan datang. Konsep ini memiliki makna yang sangat mendalam dalam memahami struktur keluarga dan perkembangan populasi suatu masyarakat. Dalam sejarah, angka reproduksi seringkali digunakan sebagai indikator kesejahteraan suatu masyarakat, karena tingginya angka reproduksi menunjukkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Dalam kehidupan sehari-hari, angka reproduksi dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang dapat berkata, "Masyarakat kita memiliki angka reproduksi yang tinggi karena banyaknya keluarga yang memiliki anak banyak." Atau, "Pemerintah telah menggambarkan angka reproduksi sebagai salah satu indikator kesejahteraan ekonomi suatu negara." Dalam contoh lain, "Studi epidemiologi menunjukkan bahwa angka reproduksi pada daerah tertentu memiliki hubungan yang erat dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang kontrasepsi." Dalam budaya Indonesia modern, angka reproduksi memiliki relevansi yang sangat penting. Dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya angka reproduksi yang seimbang, masyarakat Indonesia telah mulai berusaha meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi tingkat kelahiran yang tidak diinginkan. Hal ini juga terlihat dalam kebijakan pemerintah yang berfokus pada pendidikan dan kesehatan reproduksi. Dengan demikian, angka reproduksi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesejahteraan suatu masyarakat.