Pencarian Kata "" - Halaman 1991 Menurut KBBI

Hasil pencarian kata "" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Sektarianisme

sek·ta·ri·an·is·me /séktarianisme/ n 1 semangat membela suatu sekte atau mazhab, kepercayaan, atau pandangan agama yg berbeda dr pandangan agama yg lebih lazim diterima oleh para penganut agama tsb; 2 aliran… Selengkapnya »

Sekte

sek·te /sékte/ n kelompok orang yg mempunyai kepercayaan atau pandangan agama yg sama, yg berbeda dr pandangan agama yg lebih lazim diterima oleh para penganut agama tsb; mazhab

Sektor

sek·tor /séktor/ n 1 lingkungan suatu usaha: -- pertanian; -- perindustrian; 2 bagian daerah pertempuran (penjagaan atau pertahanan); 3 Mat tembereng tajam (bagian bulatan yg berbatas dua garis lurus yg… Selengkapnya »

Sektoral

sek·to·ral /séktoral/ a terbagi dl sektor; bersektor-sektor

Sekuas

se·ku·as lihat lemon

Sekui

se·kui ? sekoi

Sekuik

se·ku·ik ? naga

Sekul

se·kul kl n tempurung (untuk tempat air, makanan, dsb)

Sekularis

se·ku·la·ris /sékularis/ n Fil penganut aliran yg menghendaki agar kesusilaan atau budi pekerti tidak didasarkan pd ajaran agama

Sekularisasi

se·ku·la·ri·sa·si /sékularisasi/ n 1 hal-hal yg membawa ke arah kehidupan yg tidak didasarkan pd ajaran agama; 2 pengambilalihan bangunan atau barang milik yayasan keagamaan untuk dijadikan milik negara dan digunakan… Selengkapnya »

Sekularisme

se·ku·la·ris·me /sékularisme/ n paham atau pandangan yg berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pd ajaran agama

Sekularitas

se·ku·la·ri·tas /sékularitas/ n 1 kehidupan duniawi; 2 kedudukan seorang pejabat duniawi (bukan jabatan keagamaan); 3 daerah kekuasaan hukum duniawi dr organisasi keagamaan

Sekuler

1se·ku·ler /sékulér/ a bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian): kekuasaan --; pendidikan --Selengkapnya (2 Arti) »

Sekulir

se·ku·lir n Kat imam yg tidak terikat pd kongregasi atau ordo tertentu

Sekunar

se·ku·nar n kapal layar bertiang dua

Sekunder

se·kun·der /sekundér/ a berkenaan dng yg kedua atau tingkatan kedua (ki tidak utama)