Arti Kata "sektarianisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sektarianisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sektarianisme

sek·ta·ri·an·is·me /séktarianisme/ n 1 semangat membela suatu sekte atau mazhab, kepercayaan, atau pandangan agama yg berbeda dr pandangan agama yg lebih lazim diterima oleh para penganut agama tsb; 2 aliran dl politik yg antikomunikasi, reaksioner, amat emosional, tidak kritis, angkuh, dan antidialog

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sektarianisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "sektarianisme" dalam Kalimat

1.Konflik di antara kelompok suku di daerah pedalaman disebabkan oleh sektarianisme yang kuat.
2.Pada masa lalu, sektarianisme agama sering memicu perpecahan di antara masyarakat.
3.Pendidikan karakter yang baik di sekolah dapat membantu mengurangi sektarianisme di kalangan siswa.
4.Sebagai seorang wartawan, dia harus berhati-hati tidak memicu sektarianisme dalam laporan berita.
5.Dalam novel itu, penulis menggambarkan betapa berbahayanya sektarianisme dalam masyarakat yang sudah kompleks.

📚 Artikel terkait kata "sektarianisme"

Mengenal Kata 'sektarianisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sektarianisme" - Bahaya dan Dampaknya pada Masyarakat

Sektarianisme adalah kata yang seringkali diucapkan dalam konteks politik dan sosial. Kata ini berasal dari bahasa Latin "sectarius", yang berarti "membela suatu sekte" atau "membela suatu mazhab". Dalam arti resmi, sektarianisme merujuk pada semangat membela suatu sekte atau mazhab yang berbeda dari pandangan agama yang lebih lazim diterima oleh para penganut agama tersebut. Namun, dalam konteks politik, sektarianisme dapat diartikan sebagai aliran politik yang antikomunikasi, reaksioner, emosional, tidak kritis, angkuh, dan antidialog. Dalam sejarah Indonesia, sektarianisme telah banyak muncul dalam berbagai bentuk. Misalnya, pada masa kolonial Belanda, sektarianisme digunakan untuk membagi masyarakat Indonesia menjadi golongan-golongan yang berbeda, seperti golongan pribumi dan golongan Eropa. Pada masa Orde Baru, sektarianisme digunakan untuk membagi masyarakat Indonesia menjadi golongan-golongan yang setia pada pemerintah dan golongan-golongan yang berbeda pendapat. Dalam konteks modern, sektarianisme dapat dilihat dalam bentuk perdebatan antara golongan-golongan yang berbeda, seperti perdebatan antara golongan keagamaan dan golongan sekuler. Contoh penggunaan kata sektarianisme dalam kalimat yang alami adalah: - "Sektarianisme politik telah membuat masyarakat Indonesia terbagi menjadi golongan-golongan yang berbeda." - "Sektarianisme agama telah membuat masyarakat Indonesia mengalami konflik dan perpecahan." - "Sektarianisme budaya telah membuat masyarakat Indonesia kehilangan identitas dan jati diri." Dalam kehidupan sehari-hari, sektarianisme dapat dilihat dalam bentuk perdebatan antara golongan-golongan yang berbeda. Misalnya, perdebatan antara golongan keagamaan dan golongan sekuler, perdebatan antara golongan pribumi dan golongan Eropa, dan perdebatan antara golongan-golongan yang berbeda pendapat. Dalam budaya Indonesia modern, sektarianisme dapat dilihat dalam bentuk peranakan budaya dan identitas yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna sektarianisme dan bagaimana cara menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari.