Arti Kata "yang sukat tak akan jadi segantang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "yang sukat tak akan jadi segantang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

yang sukat tak akan jadi segantang

Peribahasa nasib orang tidak dapat diubah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "yang sukat tak akan jadi segantang"

📝 Contoh Penggunaan kata "yang sukat tak akan jadi segantang" dalam Kalimat

1.Orang bijak mengatakan bahwa nasib orang tidak dapat diubah, yang sukat tak akan jadi segantang.
2.Dalam hidup ini, banyak orang menghadapi kesulitan, tapi nasib orang tidak dapat diubah, yang sukat tak akan jadi segantang.
3.Dia telah mencoba berbagai cara untuk memperbaiki nasibnya, tetapi nasib orang tidak dapat diubah, yang sukat tak akan jadi segantang.
4.Banyak orang yang merasa kecewa dengan nasibnya, tapi nasib orang tidak dapat diubah, yang sukat tak akan jadi segantang.
5.Dalam peribahasa nasib orang tidak dapat diubah, yang sukat tak akan jadi segantang, maka kita harus menerima dengan lapang dada.

📚 Artikel terkait kata "yang sukat tak akan jadi segantang"

Mengenal Kata 'yang sukat tak akan jadi segantang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Yang Suktak Tak Akan Jadi Segantang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "yang sukat tak akan jadi segantang" adalah salah satu peribahasa nasib orang tidak dapat diubah yang telah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Kata ini memiliki makna umum yang menyatakan bahwa nasib seseorang tidak dapat diganti atau diubah, kecuali dengan cara yang tidak biasa. Konteks historis dan sosial dari kata ini dapat dipahami dari penggunaan peribahasa ini dalam berbagai situasi, seperti dalam hal kehidupan yang tidak berjalan sesuai dengan rencana.

Penggunaan Kata dalam Konteks Nyata

Kata "yang sukat tak akan jadi segantang" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan kenyataan bahwa nasib seseorang tidak dapat diubah. Contoh kalimat yang alami adalah: - "Dia tidak pernah berhasil dalam bisnisnya, karena nasibnya yang sukat tak akan jadi segantang." - "Dia mencoba berbagai kali untuk mencapai kesuksesan, tapi nasibnya yang sukat tak akan jadi segantang membuatnya tidak pernah mencapai tujuan." - "Dia harus menerima nasibnya yang sukat tak akan jadi segantang dan tidak bisa mengelak dari keadaan yang tidak diinginkannya."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "yang sukat tak akan jadi segantang" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa ini sering digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menerima dan menghadapi keadaan yang tidak diinginkan. Banyak orang yang menggunakan peribahasa ini sebagai panduan untuk tidak menyerah dan terus berusaha mencapai tujuan, meskipun nasibnya tidak berjalan sesuai dengan rencana. Dengan kata lain, kata "yang sukat tak akan jadi segantang" menjadi simbol pengakuan bahwa nasib seseorang tidak dapat diubah, namun tidak juga menghalangi mereka untuk terus berusaha dan mencapai kesuksesan.