Arti Kata "wallahi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "wallahi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

wallahi

wal·la·hi p demi Allah (dl sumpah): -- saya tidak mengambil uang itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "wallahi"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "wallahi" dalam Kalimat

1.Saya tidak mengambil uang itu, walau tidak ada bukti yang menunjukkan saya tidak melakukannya.
2.Saya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan tepat waktu, walau ada tantangan yang cukup besar.
3.Pada saat itu, saya tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan, walau saya sangat lapar.
4.Kata-kata itu keluar dari mulutnya tanpa ia sadari, "Walau pernah mengalami kesulitan, saya tidak akan menyerah."
5.Dalam bahasa Arab, terjemahan dari "saya tidak mengambil uang itu" adalah "wallahi" dan berarti sumpah di atas nama Allah.

πŸ“š Artikel terkait kata "wallahi"

Mengenal Kata 'wallahi' - Inspirasi dan Motivasi

Arti "Wallahi" di Dalam Bahasa Indonesia

Kata "wallahi" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di Indonesia, terutama dalam konteks sumpah atau janji. Pada dasarnya, kata ini memiliki arti "walΒ·laΒ·hi p demi Allah (dl sumpah): -- saya tidak mengambil uang itu" dan sering digunakan untuk menunjukkan kejujuran atau kebenaran. Kata "wallahi" memiliki sejarah yang panjang dan telah digunakan dalam bahasa Arab sebelum masuk ke dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menunjukkan kejujuran atau kebenaran. Misalnya, jika seseorang ditanya tentang uang yang hilang, mereka mungkin akan menjawab "wallahi, saya tidak mengambil uang itu". Contoh-contoh penggunaan kata "wallahi" dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: - "Saya tidak mengambil uang kamu, wallahi, saya tidak tahu apa yang terjadi." - "Wallahi, saya tidak pernah melihat uang itu, saya tidak tahu siapa yang mengambilnya." - "Saya tidak bisa membantu kamu, wallahi, saya tidak memiliki sumber daya untuk membantu." Kata "wallahi" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia modern. Dalam konteks budaya, kata ini sering digunakan untuk menunjukkan kejujuran atau kebenaran. Misalnya, jika seseorang ingin menunjukkan kejujuran mereka, mereka mungkin akan mengucapkan "wallahi" untuk menunjukkan bahwa mereka tidak berbohong.