Arti Kata "veto" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "veto" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

veto

ve·to /véto/ n 1 hak konstitusional penguasa (pemegang pemerintahan dsb) untuk mencegah, menyatakan, menolak, atau membatalkan keputusan: Kongres memperdebatkan -- yg diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat thd keputusan Kongres; 2 hak membatalkan (melarang secara mutlak): kita mempunyai hak -- dl setiap pembicaraan keluarga;
mem·ve·to v menggunakan hak veto thd; membatalkan (menolak) keputusan: Amerika Serikat -- resolusi PBB untuk pencabutan embargo thd Irak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "veto"

📝 Contoh Penggunaan kata "veto" dalam Kalimat

1.Pemimpin partai politik menolak mengeluarkan keputusan penting karena hak veto yang dimilikinya.
2.Presiden Amerika Serikat menggunakan hak veto terhadap keputusan Kongres untuk membatalkan proyek infrastruktur nasional.
3.Dalam tradisi keluarga Jawa, istri memiliki hak veto atas keputusan-keputusan ekonomi keluarga.
4.Pada sidang parlemen, anggota partai oposisi mengeluarkan veto terhadap proposal rancangan undang-undang yang diajukan pemerintah.
5.Dalam novel karya penulis terkenal, tokoh utama menggunakan hak veto untuk menolak proposal pernikahan yang tidak diinginkannya.

📚 Artikel terkait kata "veto"

Mengenal Kata 'veto' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Veto" - Hak Penguasa untuk Mencegah atau Membatalkan

Kata "veto" berasal dari bahasa Latin yang berarti "aku tidak setuju" atau "aku menolak". Dalam konteks resmi, kata ini memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu hak konstitusional penguasa untuk mencegah, menyatakan, menolak, atau membatalkan keputusan. Dalam sejarahnya, kata "veto" digunakan oleh Dewan Kehendak Bebas untuk menolak keputusan yang diambil oleh Dewan Keamanan PBB. Dalam prakteknya, kata "veto" sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Presiden Amerika Serikat menggunakan hak **veto** untuk menolak keputusan Kongres yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah". Atau, "Pemimpin partai politik menggunakan hak **veto** untuk mencegah anggota partai lainnya untuk membawa keputusan yang tidak sesuai dengan visi partai". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "veto" juga memiliki makna yang luas. Misalnya, "Ibu saya menggunakan hak **veto** untuk mencegah saya meninggalkan rumah terlalu malam, karena dia khawatir saya akan terluka". Atau, "Kita mempunyai hak **veto** dalam setiap pembicaraan keluarga untuk mencegah keputusan yang tidak sesuai dengan kepentingan keluarga". Dalam budaya Indonesia modern, kata "veto" juga memiliki makna yang relevan. Misalnya, "Pengusaha menggunakan hak **veto** untuk mencegah keputusan yang tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan". Atau, "Anggota dewan menggunakan hak **veto** untuk mencegah keputusan yang dianggap tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat". Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata "veto" memiliki makna yang sangat spesifik dalam konteks resmi, tetapi juga memiliki makna yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam prakteknya, kata "veto" digunakan dalam berbagai konteks untuk mencegah atau membatalkan keputusan yang dianggap tidak sesuai.