Arti Kata "musyrik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "musyrik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

musyrik

musy·rik n 1 orang yg menyekutukan (menyerikatkan Allah); 2 orang yg memuja berhala;
ke·musy·rik·an n perihal musyrik: jangan sampai umat beragama mudah tergelincir ke dl -

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "musyrik"

📝 Contoh Penggunaan kata "musyrik" dalam Kalimat

1.Seorang musyrik tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya di dunia ini.
2.Pengajian agama hari ini akan membahas tentang perbedaan antara musyrik dan mukmin.
3.musyrik tidak akan pernah mengenal apa itu rahmat dan belas kasihan Tuhan.
4.Dalam sejarah, banyak musyrik yang telah dibebaskan dari kegelapan dengan bantuan para nabi.
5.Sebagai seorang muslim, kita harus selalu menyadari bahwa musyrik adalah musuh utama agama kita.

📚 Artikel terkait kata "musyrik"

Mengenal Kata 'musyrik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Musyrik" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "musyrik" berasal dari bahasa Arab dan memiliki makna yang sangat penting dalam agama Islam. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan orang yang menyekutukan Allah, yaitu orang yang tidak percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang satu dan utama. Dalam konteks sejarah, musyrik sering digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang memuja berhala atau beragama palsu. Dalam Islam, musyrik dianggap sebagai salah satu bentuk kekafiran yang paling serius.

Penggunaan Kata Musyrik dalam Kalimat

Kata "musyrik" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan orang yang tidak taat kepada agama Islam. Misalnya, "Dia adalah seorang musyrik yang tidak pernah pergi ke masjid". Dalam kalimat ini, kata "musyrik" digunakan untuk menggambarkan sifat orang yang tidak taat. Contoh lain, "Dia mengatakan bahwa musyrik adalah orang yang tidak memiliki iman". Dalam kalimat ini, kata "musyrik" digunakan sebagai subjek dari kalimat.

Relevansi Kata Musyrik dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "musyrik" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, kata musyrik digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak memiliki prinsip atau tidak taat kepada hukum. Misalnya, "Dia adalah seorang musyrik yang tidak pernah mematuhi peraturan". Dalam konteks ini, kata "musyrik" digunakan untuk menggambarkan sifat orang yang tidak taat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna kata "musyrik" dan tidak menggunakan kata ini untuk menggambarkan orang yang tidak kita sukai.

Kata yang Mirip

musyrikin