Arti Kata "uger" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "uger" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

uger

uger, uger·an Jw n kaidah; norma: kita harus mematuhi adat dan -- masyarakat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "uger"

📝 Contoh Penggunaan kata "uger" dalam Kalimat

1.Kita harus mematuhi adat dan uger masyarakat agar hidup harmonis bersama.
2.Dalam masyarakat yang maju, uger hidup bersama lingkungan alam menjadi sangat penting.
3.Pendidikan karakter harus mematuh uger dan norma masyarakat yang baik.
4.Masyarakat kita memiliki uger untuk menghormati orang tua dan orang tua harus dihormati.
5.Pengadilan harus menjalankan uger hukum dan keadilan yang adil bagi semua orang.

📚 Artikel terkait kata "uger"

Mengenal Kata 'uger' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Uger" - Norma dan Kaidah dalam Masyarakat

Kata "uger" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat luas dan kompleks. Secara umum, uger merujuk pada kaidah, norma, atau aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Dalam konteks sejarah dan sosial, uger seringkali terkait dengan adat istiadat, tradisi, dan nilai-nilai yang melekat pada komunitas. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mendengar kata uger dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, "Kita harus mematuhi adat dan uger masyarakat agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan." Atau, "Uger berbicara di tempat umum harus sopan dan hormat." Contoh lain, "Penggunaan bahasa tidak tepat adalah contoh uger yang harus kita tinggalkan." Dalam budaya Indonesia modern, kata uger masih sangat relevan. Kita seringkali mendengar tentang pentingnya menjaga norma dan kaidah dalam berinteraksi dengan orang lain, baik di tempat kerja, sekolah, atau dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan rasa hormat dan keteraturan dalam masyarakat.