Arti Kata "tunggik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tunggik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tunggik

tung·gik a 1 tungging; 2 bongkok ke depan (tidak lurus) tt punggung: nenekku sudah --;
me·nung·gik v 1 menungging; 2 membongkok ke depan (tt punggung);
me·nung·gik·kan v 1 menunggingkan; 2 menjungkirkan, membalikkan (kepala ke bawah, kaki atau ekor ke atas): pelayan sedang sibuk ~ botol-botol kecap yg baru dicuci; 3 membuat menjadi bongkok (condong) ke depan (tt punggung);
ter·tung·gik v 1 tidak sengaja tunggik; terjungkir: kasihan benar anak itu jatuh ~; 2 dapat dibengkokkan ke depan (tt punggung)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tunggik"

📝 Contoh Penggunaan kata "tunggik" dalam Kalimat

1.Nenekku sudah terlalu tua, sehingga punggungnya sudah bongkok ke depan.
2.Anak kecil itu menungging ke depan karena tidak sempurna dalam postur tubuh.
3.Pelayan sedang sibuk menunggingkan botol-botol kecap ke rak atas.
4.Pengajar memberikan instruksi kepada murid agar tidak terjungkir saat melakukan gerakan yoga.
5.Karena tidak sengaja, si kuda itu terjungkir dan jatuh ke tanah.

📚 Artikel terkait kata "tunggik"

Mengenal Kata 'tunggik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tunggik" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "tunggik" memiliki makna yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini mengacu pada kondisi tubuh yang bongkok ke depan, tidak lurus, atau menungging. Dalam konteks historis, kata "tunggik" telah digunakan dalam bahasa Sunda dan Jawa sebagai bentuk serapan dari kata Sanskerta "tungginga" yang berarti "mengarah ke depan". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "tunggik" sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh yang tidak lurus atau bongkok ke depan. Misalnya, "Ibuku sudah tua, punggungnya sudah tunggik," atau "Anak itu jatuh tunggik saat bermain." Bahkan, kata "tunggik" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti "Kantor kami sedang sibuk, perekaman data tunggik." Dalam budaya Indonesia modern, kata "tunggik" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kata ini sering digunakan dalam konteks olahraga, seperti "Pemain sepak bola harus tetap tunggik untuk menghindari cedera." Selain itu, kata "tunggik" juga dapat digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti "Saya harus tunggik untuk menyelesaikan pekerjaan ini sebelum deadline." Dalam kesimpulan, kata "tunggik" adalah kata yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Dengan makna yang luas dan relevan dalam kehidupan sehari-hari, kata "tunggik" dapat digunakan dalam berbagai konteks untuk menggambarkan kondisi tubuh yang tidak lurus atau bongkok ke depan.