Arti Kata "maka" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "maka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

maka

ma·ka p 1 kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat, implikasi: krn saya tidak dapat mengetik dng baik, -- surat undangan itu saya tulis saja; 2 sampai; hingga: apa sebabnya -- mukamu bengkak?;

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "maka"

📝 Contoh Penggunaan kata "maka" dalam Kalimat

1.Saya tidak dapat mengetik dengan baik, maka surat undangan itu saya tulis saja dengan tangan.
2.Saya akan menunggu hingga kamu datang, apa sebabnya kamu terlambat lagi?
3.Karena kamu tidak memenuhi tugas, maka kamu tidak boleh ikut kegiatan ekstrakurikuler.
4.Saya merasa lelah setelah bekerja seharian, maka saya memutuskan untuk pergi tidur lebih awal.
5.Karena hujan deras, maka kami memutuskan untuk batalkan acara piknik yang telah direncanakan.

📚 Artikel terkait kata "maka"

Mengenal Kata 'maka' - Inspirasi dan Motivasi

Kata Penghubung "Maka" di Dalam Bahasa Indonesia

Kata "maka" merupakan kata penghubung yang sangat umum digunakan dalam bahasa Indonesia. Maknanya adalah untuk menyatakan hubungan akibat atau implikasi dari suatu peristiwa atau kejadian. Dalam konteks historis, kata "maka" berasal dari bahasa Belanda yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Belanda sendiri telah meminjam kata "maka" dari bahasa Latin, yang memiliki arti yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "maka" sering digunakan untuk menyatakan hubungan antara suatu peristiwa atau kejadian dengan akibatnya. Misalnya, "Saya tidak dapat menghadiri pertemuan, maka saya harus menunda proyek ini." atau "Saya melakukan kesalahan, maka saya harus bertanggung jawab atas konsekuensinya." Dalam budaya Indonesia modern, kata "maka" juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks politik, kata "maka" digunakan untuk menyatakan sikap atau reaksi terhadap suatu kejadian atau peristiwa. Misalnya, "Presiden mengeluarkan pernyataan, maka kita harus menyambutnya dengan antusias." Dalam konteks budaya, kata "maka" digunakan untuk menyatakan hubungan antara suatu kejadian atau peristiwa dengan nilai-nilai atau norma-norma masyarakat. Dalam kesimpulan, kata "maka" merupakan kata penghubung yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Dengan menggunakan kata ini, kita dapat menyatakan hubungan antara suatu peristiwa atau kejadian dengan akibatnya, serta menyampaikan sikap atau reaksi terhadap suatu kejadian atau peristiwa.