Arti Kata "hiperseksual" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hiperseksual" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hiperseksual

hi·per·sek·sual /hiperséksual/ a mempunyai nafsu yg berlebihan untuk melakukan hubungan seks

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hiperseksual"

📝 Contoh Penggunaan kata "hiperseksual" dalam Kalimat

1.Dokter menjelaskan bahwa pasien pria itu mengalami hiperseksual karena tekanan dari lingkungan sosialnya.
2.Ia merasa takut akan dianggap lemah jika tidak menunjukkan nafsu yang berlebihan dalam hubungan seksual.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama memiliki hiperseksual yang tidak dapat dikontrol olehnya.
4.Dalam konteks medis, hiperseksual dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kecanduan narkoba atau gangguan mental.
5.Pengacara yang berpengalaman dalam kasus-kasus kekerasan seksual mengatakan bahwa hiperseksual dapat digunakan sebagai alasan untuk melindungi pelaku.

📚 Artikel terkait kata "hiperseksual"

Mengenal Kata 'hiperseksual' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hiperseksual" - Pentingnya Keseimbangan dalam Hubungan Seksual

Kata "hiperseksual" sering kali digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki nafsu seksual yang berlebihan dan tidak terkendali. Dalam konteks ini, hiperseksualitas dapat diartikan sebagai sikap yang tidak seimbang dalam menghadapi kebutuhan seksual. Konsep ini terutama berkembang dalam psikologi dan seksologi sebagai bagian dari perhatian terhadap kesehatan seksual dan hubungan intim. Dalam sejarahnya, istilah hiperseksual mulai digunakan pada awal abad ke-20 untuk menggambarkan kondisi yang berbeda dari hiposeksual, yaitu kurangnya nafsu seksual. Pada saat itu, keseimbangan dalam hubungan seksual dianggap sebagai keharusan penting untuk kesehatan psikologis dan fisik. Fenomena hiperseksualitas masih relevan hingga saat ini, terutama dalam konteks perbedaan opini dan perilaku mengenai seksualitas. Contoh penggunaan kata hiperseksual dalam kalimat yang alami adalah seperti berikut: - Orang yang memiliki nafsu seksual berlebihan sering kali dianggap hiperseksual. - Ia mungkin perlu mencari bantuan profesional untuk mengatasi hiperseksualitasnya. - Dalam beberapa kasus, hiperseksualitas dapat dianggap sebagai tanda adanya gangguan mental yang lebih serius. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep hiperseksualitas menunjukkan pentingnya keseimbangan dalam menghadapi kebutuhan seksual. Dalam budaya Indonesia modern, masih banyak yang belum menyadari pentingnya mengenai keseimbangan dalam hubungan seksual. Oleh karena itu, perlu ada kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga keseimbangan dalam menghadapi kebutuhan seksual.