Arti Kata "tikaian" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tikaian" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tikaian

ti.kai.an Nomina (kata benda) Istilah sastra alat atau sarana terjadinya konflik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tikaian"

📝 Contoh Penggunaan kata "tikaian" dalam Kalimat

1.Dalam novel karya sastrawan ternama, konflik sosial terjadi karena ketegangan antara pemerintah dan rakyat yang diakibatkan oleh tikaian politik.
2.Penggunaan tikaian sosial dalam komunikasi massa seringkali memicu reaksi emosional dan menghancurkan harmonisasi masyarakat.
3.Pendidik harus berhati-hati dalam menggunakan tikaian pendidikan yang tidak efektif, karena dapat menyebabkan siswa menjadi kurang termotivasi.
4.Peneliti melakukan penelitian tentang tikaian ekologis yang berdampak pada perubahan iklim dan keseimbangan lingkungan.
5.Dalam dunia hukum, tikaian hukum yang tidak jelas dan ambigu dapat menyebabkan ketidakpastian dan penyalahgunaan hukum.

📚 Artikel terkait kata "tikaian"

Mengenal Kata 'tikaian' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tikaian" - Alat Konflik dalam Sastra Indonesia

Kata "tikaian" mungkin belum familiar bagi sebagian orang, tetapi dalam konteks sastra, kata ini memiliki makna yang sangat spesifik. Istilah "tikaian" digunakan untuk menggambarkan **alat atau sarana** terjadinya konflik dalam cerita sastra. Konflik ini bisa berupa perbedaan pendapat, perasaan, atau ideologi yang dapat menyebabkan seseorang merasa terganggu atau tidak setuju. Dalam sejarah sastra Indonesia, kata "tikaian" telah digunakan oleh beberapa penulis untuk menggambarkan konflik internal atau eksternal yang dialami oleh karakter dalam cerita. Misalnya, dalam roman "Betelgeuse" karya Pramoedya Ananta Toer, **tikaian** berupa perbedaan pendapat antara tokoh utama dan keluarganya dapat menyebabkan konflik yang kompleks. Atau dalam cerita "Lutung Kasarung" karya W.R. Soepratman, **tikaian** berupa perbedaan kepercayaan antara tokoh utama dan penduduk desa dapat menyebabkan konflik yang menarik. **Tikaian** dapat ditemukan dalam berbagai bentuk dalam kehidupan sehari-hari, seperti perbedaan pendapat antara suami dan istri, perbedaan ideologi antara keluarga, atau perbedaan kepercayaan antara orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Dalam sastra, **tikaian** dapat digunakan untuk menggambarkan konflik yang kompleks dan menarik. Dengan demikian, kata "tikaian" memiliki makna yang sangat spesifik dalam konteks sastra dan dapat digunakan untuk menggambarkan konflik yang kompleks dan menarik. **Mengenal Kata "tikaian" - Alat Konflik dalam Sastra Indonesia**