Arti Kata "skolastisisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "skolastisisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

skolastisisme

sko·las·ti·sis·me n teologi dan falsafah Kristen abad pertengahan yg didasarkan pd falsafah Aristoteles dan menekankan dasar rasional bagi iman Kristen

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "skolastisisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "skolastisisme" dalam Kalimat

1.Pembelajaran teologi skolastisisme memiliki pengaruh besar pada perkembangan agama Kristen di Abad Pertengahan.
2.Ilmu pengetahuan skolastisisme yang berdasarkan pada falsafah Aristoteles masih relevan dalam beberapa bidang.
3.Pembelajaran skolastisisme di sekolah-sekolah abad pertengahan lebih menekankan aspek logika dan argumentasi.
4.Pemikiran skolastisisme yang memadukan teologi dan falsafah masih menjadi sumber inspirasi bagi beberapa penulis kontemporer.
5.Dalam sejarah, pemikiran skolastisisme sering kali dianggap sebagai bagian dari gerakan reformasi intelektual.

📚 Artikel terkait kata "skolastisisme"

Mengenal Kata 'skolastisisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Skolastisisme" - Inspirasi dan Motivasi

Konteks Historis dan Makna Umum

Skolastisisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gerakan teologi dan falsafah Kristen pada abad pertengahan. Gerakan ini didasarkan pada filsafat Aristoteles dan menekankan pentingnya rasionalitas dalam memahami iman Kristen. Pada saat itu, skolastisisme menjadi salah satu cara untuk memahami Alkitab dan ajaran Kristen melalui analisis logis dan argumentasi rasional.

Contoh Penggunaan di Kalimat

Skolastisisme telah mempengaruhi perkembangan pemikiran Kristen pada abad pertengahan. Banyak filsuf dan teolog Kristen menggunakan metode skolastisisme untuk memahami teks Alkitab dan mengembangkan ajaran Kristen. Misalnya, "Gerakan skolastisisme pada abad pertengahan membawa perubahan besar dalam pemahaman Kristen." Atau, "Filsuf-filsuf Kristen seperti Thomas Aquinas menggunakan skolastisisme untuk mengembangkan teologi Kristen yang lebih kuat."

Relevansi di Era Modern

Meskipun skolastisisme berasal dari abad pertengahan, konsepnya masih relevan di era modern. Banyak orang yang mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan filosofis dan teologis melalui analisis logis dan argumentasi rasional. Di Indonesia, misalnya, skolastisisme dapat dilihat dalam bentuk penelitian akademis yang menggunakan metode analisis logis untuk memahami teks Alkitab dan mengembangkan ajaran Kristen. Oleh karena itu, skolastisisme tetap menjadi inspirasi dan motivasi bagi banyak orang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.