Arti Kata "simplistis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "simplistis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

simplistis

sim·plis·tis a bersifat terlalu disederhanakan (sehingga tidak wajar): usul yg - itu langsung ditolak rapat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "simplistis"

📝 Contoh Penggunaan kata "simplistis" dalam Kalimat

1.Pengambilan keputusan sangat simplistis dan tidak mempertimbangkan semua sisi masalah.
2.Dalam konteks akademis, teori yang simplistis seringkali sulit untuk diaplikasikan dalam praktek.
3.Sikap simplistis seseorang seringkali membuatnya kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain.
4.Pengembangan program kebijakan yang simplistis tanpa memperhitungkan dampaknya dapat membahayakan masyarakat.
5.Sikap simplistis dalam pendidikan tidak akan membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

📚 Artikel terkait kata "simplistis"

Mengenal Kata 'simplistis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Simplistis" - Menghindari Sederhanan yang Tidak Wajar

Kata "simplistis" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan sesuatu yang terlalu disederhanakan, sehingga tidak wajar atau tidak tepat. Istilah ini memiliki latar belakang historis yang kompleks, tetapi secara umum dapat dipahami sebagai penyelesaian masalah yang terlalu sederhana dan tidak mempertimbangkan banyak faktor. Pada awalnya, kata "simplis" berasal dari bahasa Latin, yang berarti "sederhana" atau "mudah", tetapi dalam konteks modern, "simplistis" memiliki makna yang lebih kompleks. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menemukan contoh penggunaan kata "simplistis" dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Usul untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan cara sederhana seperti hanya menaikkan harga barang saja" dapat dianggap sebagai contoh usul yang simplistis, karena tidak mempertimbangkan banyak faktor seperti inflasi, kemampuan keuangan masyarakat, dan sebagainya. Contoh lain, "Solusi untuk masalah lingkungan dengan cara hanya menghancurkan polusi saja" juga dapat dianggap sebagai contoh solusi yang simplistis, karena tidak mempertimbangkan banyak faktor seperti sumber daya alam, teknologi, dan sebagainya. Kata "simplistis" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam era digital, kita seringkali menemukan informasi yang terlalu sederhana dan tidak wajar, seperti berita yang tidak akurat atau artikel yang tidak informatif. Oleh karena itu, penting untuk selalu mempertimbangkan banyak faktor sebelum membuat keputusan atau mengambil tindakan. Dengan demikian, kita dapat menghindari sederhanan yang tidak wajar dan mencapai solusi yang lebih baik.