Arti Kata "esek" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "esek" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

esek

esek /ésék/ n penyakit demam yg mengakibatkan kulit kering dan bersisik-sisik; demam esek

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "esek"

📝 Contoh Penggunaan kata "esek" dalam Kalimat

1.Pada tahun lalu, masyarakat di kota itu menderita penyakit esek yang sangat parah.
2.Saya tidak pernah melihat hewan liar yang terkena penyakit esek sebelumnya.
3.Demam esek adalah salah satu penyakit yang paling mudah menular di daerah tropis ini.
4.Kami telah menemukan cara efektif untuk mengobati penyakit esek di hewan peliharaan.
5.Pada masa lalu, penyakit esek seringkali menyebabkan kematian di masyarakat tradisional tersebut.

📚 Artikel terkait kata "esek"

Mengenal Kata 'esek' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Esek" - Gejala Demam yang Membawa Risiko

Kata "esek" sering dihubungkan dengan penyakit demam yang menimbulkan kulit kering dan bersisik-sisik. Namun, sebelum kita memahami definisi resmi dari kata ini, mari kita lihat makna umum dan konteks historisnya. Kata "esek" telah ada sejak zaman dulu dan masih digunakan hingga saat ini dalam berbagai konteks. Dalam budaya tradisional, penyakit demam esek sering dihubungkan dengan kondisi cuaca ekstrem dan polusi udara. Seringkali, penyakit ini muncul saat musim hujan atau cuaca panas yang ekstrem. Dalam beberapa kasus, penyakit ini juga disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang menyebar melalui kontak langsung dengan orang lain atau melalui vektor seperti nyamuk. Penggunaan kata "esek" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: * Penyakit demam esek seringkali menimbulkan gejala yang tidak nyaman, seperti kulit kering dan bersisik-sisik. * Orang yang menderita demam esek harus segera mencari perawatan medis untuk menghindari komplikasi. * Penyakit demam esek dapat diwaspadai dengan gejala awal seperti demam, kelelahan, dan menggigil. Kata "esek" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kesehatan. Seringkali, penyakit demam esek dapat dihindari dengan cara menghindari kontak langsung dengan orang lain yang menderita penyakit ini atau dengan menggunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat. Selain itu, penyakit ini juga dapat diwaspadai dengan gejala awal yang timbul, seperti demam, kelelahan, dan menggigil. Selain itu, kata "esek" juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Seringkali, penyakit demam esek dihubungkan dengan kondisi cuaca ekstrem dan polusi udara. Dengan demikian, kita harus lebih berhati-hati dalam menjaga keseimbangan alam dan lingkungan sekitar untuk menghindari penyakit demam esek. Dengan demikian, kita dapat hidup lebih sehat dan bahagia.