Arti Kata "sensitif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sensitif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sensitif

sen·si·tif /sénsitif/ a 1 cepat menerima rangsangan; peka: alat perekam itu -- sekali; 2 ki mudah membangkitkan emosi: tiap konflik antarsuku yg timbul harus segera diatasi krn masalah kesukuan sangat --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sensitif"

📝 Contoh Penggunaan kata "sensitif" dalam Kalimat

1.Alat perekam itu sangat sensitif sekali dan dapat merekam suara dengan baik.
2.Dalam proses pelatihan, instruktur harus dapat membangkitkan emosi siswa secara sensitif untuk meningkatkan kreativitas mereka.
3.sensitif terhadap lingkungan sekitar sangatlah penting dalam menjaga kelestarian alam.
4.Penggunaan obat tersebut harus dilakukan dengan sangat sensitif agar tidak menimbulkan efek sampingan yang tidak diinginkan.
5.Dalam puisinya, penyair menggunakan kata-kata yang sangat sensitif untuk menggambarkan perasaannya.

📚 Artikel terkait kata "sensitif"

Mengenal Kata 'sensitif' - Inspirasi dan Motivasi

Sensitif: Makna dan Konteksnya dalam Bahasa Indonesia

Kata **sensitif** memiliki makna yang sangat penting dalam Bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan sifat seseorang atau sesuatu yang mudah menerima rangsangan atau peka terhadap perubahan. Dalam konteks sejarah, kata **sensitif** memiliki latar belakang yang kompleks, terutama dalam era kolonial Belanda ketika Indonesia masih dalam proses penjajahan. Pada saat itu, kata **sensitif** digunakan untuk menggambarkan kemampuan seseorang untuk mengenali dan menanggapi perubahan sosial dan politik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata **sensitif** digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya, "Alat perekam itu sangat **sensitif** sekali, sehingga kita harus berhati-hati ketika menggunakan." Dalam kalimat ini, kata **sensitif** digunakan untuk menggambarkan kemampuan alat perekam untuk merekam suara dengan jelas. Contoh lain, "Konflik antarsuku yang timbul harus segera diatasi karena masalah kesukuan sangat **sensitif**." Dalam kalimat ini, kata **sensitif** digunakan untuk menggambarkan kemampuan konflik untuk membangkitkan emosi dan perasaan seseorang. Dalam budaya Indonesia modern, kata **sensitif** memiliki makna yang sangat penting dalam menghadapi perubahan sosial dan politik. Dalam era digital, kata **sensitif** digunakan untuk menggambarkan kemampuan kita untuk menanggapi dan mengenali perubahan yang terjadi di sekitar kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki kemampuan **sensitif** dalam menghadapi perubahan dan mengenali permasalahan yang timbul. Dengan demikian, kita dapat menjadi lebih bijak dan terbuka dalam menghadapi perubahan dan permasalahan yang timbul.