Arti Kata "segan-segan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "segan-segan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

segan-segan

se·gan-se·gan n burung, Caprimulgus indicusjotaka

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "segan-segan"

📝 Contoh Penggunaan kata "segan-segan" dalam Kalimat

1.Saya harus segan-segan mengatakan bahwa saya tidak setuju dengan keputusan itu.
2.Dia segan-segan masuk ke dalam ruangan yang gelap itu.
3.Ayahnya selalu mengatakan bahwa kita harus segan-segan menggunakan teknologi yang belum terbukti aman.
4.Saya tidak segan-segan untuk menolak tawaran itu karena saya tahu itu bukanlah pilihan yang tepat.
5.Dalam budaya kita, segan-segan adalah nilai yang sangat penting dalam berinteraksi dengan orang lain.

📚 Artikel terkait kata "segan-segan"

Mengenal Kata 'segan-segan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Segan-Segan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "segan-segan" mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku atau sifat seseorang yang rendah hati dan tidak sombong. Namun, dari sisi etimologi, kata "segan-segan" juga memiliki makna yang lebih spesifik, yaitu burung yang memiliki nama ilmiah Caprimulgus indicus atau Jotaka. Dalam konteks sejarah, kata "segan-segan" telah digunakan sebagai nama burung yang hidup di hutan-hutan lembap di Indonesia. Namun, dalam konteks modern, kata ini lebih sering digunakan sebagai inspirasi atau motivasi untuk menggambarkan perilaku seseorang yang rendah hati dan tidak sombong. Contoh penggunaan kata "segan-segan" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Dia adalah orang yang sangat segan-segan, tidak pernah ingin menunjukkan kekuatan atau kemampuannya." Atau, "Dia sangat menghargai nasihat orang lain dan tidak pernah ingin menunjukkan dirinya sebagai orang yang segan-segan." Kata "segan-segan" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks ini, kata ini digunakan untuk menggambarkan moralitas atau etika yang penting dalam kehidupan sosial. Misalnya, dalam budaya Jawa, ada konsep "segan" yang berarti rendah hati dan tidak sombong, yang sangat penting dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, kata "segan-segan" menjadi inspirasi dan motivasi untuk menggambarkan perilaku yang rendah hati dan tidak sombong.