Arti Kata "umput" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "umput" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

umput

um·put n timbun; onggok; longgok: se -- cabai;
ber·um·put v bertimbun; beronggok; berlonggok

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "umput"

📝 Contoh Penggunaan kata "umput" dalam Kalimat

1.Di pasar tradisional, berbagai jenis sayuran berumput menarik perhatian pelanggan.
2.Banyak sekali cabai merah yang berumput di atas meja dapur, siap digunakan untuk memasak.
3.Kerumputan dedaunan di taman parkir membuat lingkungan terlihat kurang rapi.
4.Berdasarkan data statistik, kota ini mengalami peningkatan jumlah sampah yang berumput setiap tahunnya.
5.Di pertunjukan seni tradisional, penari berbusana indah dengan rambut yang berumput seperti rambut raksasa.

📚 Artikel terkait kata "umput"

Mengenal Kata 'umput' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "umput" - Makna dan Konteks yang Menarik

Kata "umput" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan situasi timbunan atau beronggok. Dalam konteks historis, kata ini sering dihubungkan dengan kegiatan pertanian dan penanaman tanaman pangan. Namun, dalam konteks modern, kata "umput" memiliki makna yang lebih luas dan dapat digunakan dalam berbagai situasi. Umput dalam konteks pertanian sering digunakan untuk menggambarkan tanaman yang tumbuh dengan baik dan beronggok, seperti tanaman cabai atau kentang. Dalam situasi seperti ini, kata "umput" digunakan untuk menggambarkan hasil panen yang melimpah dan siap dipanen. Namun, dalam konteks lain, kata "umput" dapat digunakan untuk menggambarkan situasi yang berantakan atau beronggok, seperti rumah yang berumput atau jalan yang beronggok. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "umput" dalam kalimat yang alami: - "Tanaman cabai di sawah kami berumput dan siap dipanen." - "Rumah kami berumput karena hujan deras yang turun beberapa hari lalu." - "Jalan di depan rumah kami beronggok karena banyak kendaraan yang lewat." Kata "umput" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam konteks budaya, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang berantakan atau beronggok. Namun, dalam konteks modern, kata "umput" dapat digunakan untuk menggambarkan situasi yang positif, seperti hasil panen yang melimpah atau kegiatan yang berkesan. Oleh karena itu, kata "umput" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai situasi.