Arti Kata "sehati" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sehati" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sehati

se·ha·ti lihat hati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sehati"

📝 Contoh Penggunaan kata "sehati" dalam Kalimat

1.Kita berdua tinggal bersama sehati, tapi pernah berpisah selama beberapa tahun.
2.Dalam perkawinan, pasangan suami-istri harus hidup sehati, sehingga dapat mempereratkan ikatan kasih sayang.
3.Rakyat Indonesia harus hidup sehati dengan pemerintah, tidak membiarkan kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan umum.
4.Sejak kecil, dia telah belajar untuk hidup sehati dengan lingkungan sekitar, sehingga dapat menjadi orang yang peduli lingkungan.
5.Kita harus hidup sehati dengan alam, tidak merusak lingkungan hidup sehingga dapat terus menunjang kehidupan manusia.

📚 Artikel terkait kata "sehati"

Mengenal Kata 'sehati' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sehati" - Inspirasi dan Motivasi yang Menghubungkan Hati

Kata "sehati" memiliki makna yang sangat dekat dengan ekspresi "berhati-hati", namun dalamkonteks historis dan sosial, "sehati" memiliki makna yang lebih luas dan dalam. Secara resmi, "sehati" berarti 'se·ha·ti lihat hati' atau memiliki hati yang seimbang dan harmonis. Pada masa lalu, kata "sehati" sering digunakan dalam konteks persahabatan dan cinta. Dalam budaya Jawa, "sehati" diartikan sebagai suatu keadaan hati yang seimbang dan harmonis dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam konteks cinta, "sehati" diartikan sebagai pasangan yang memiliki hati yang seimbang dan harmonis, sehingga mereka dapat hidup bersama dengan bahagia dan damai. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "sehati" dalam kalimat yang alami: - Pasangan muda itu dianggap sebagai contoh **sehati** karena mereka memiliki hati yang seimbang dan harmonis dalam berinteraksi dengan orang lain. - Hubungan antara **sehati** dan tidak sehati sangatlah kompleks, karena ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi keharmonisan hubungan. - Pasangan yang memiliki **sehati** hati akan dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik dan harmonis. Kata "sehati" memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam era globalisasi dan teknologi yang semakin maju, kita seringkali lupa akan kebutuhan akan hubungan yang harmonis dan seimbang. Dengan memahami makna dan konteks kata "sehati", kita dapat memiliki inspirasi dan motivasi untuk membangun hubungan yang lebih harmonis dan bahagia dengan orang lain.