Arti Kata "salah angkuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "salah angkuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

salah angkuh

salah rupa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "salah angkuh"

📝 Contoh Penggunaan kata "salah angkuh" dalam Kalimat

1.Di sekolah, guru mengatakan bahwa jawaban siswa adalah salah angkuh karena salah paham konsep.
2.Pada saat itu, pemerintah mengumumkan bahwa rencana strategis baru adalah salah angkuh karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
3.Pada novel yang ditulis oleh penulis ternama, karakter utama mengatakan bahwa keputusan yang diambil oleh pemerintah adalah salah angkuh karena tidak memikirkan dampak yang akan terjadi.
4.Di lingkungan akademik, mahasiswa menolak untuk menerima jawaban yang diberikan oleh dosen karena dianggap salah angkuh dan tidak sesuai dengan referensi yang telah dipelajari.
5.Pada saat rapat kerja, direktur mengatakan bahwa rencana bisnis yang dibuat oleh tim adalah salah angkuh karena tidak mempertimbangkan faktor keuangan.

📚 Artikel terkait kata "salah angkuh"

Mengenal Kata 'salah angkuh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Salah Angkuh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "salah angkuh" memiliki makna yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti "salah rupa", yaitu sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan atau penampilan sesungguhnya. Dalam konteks historis, kata ini mungkin berasal dari bahasa Jawa, dimana "angkuh" berarti "tidak sesuai" atau "tidak seimbang". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "salah angkuh" digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Misalkan, kita melihat sebuah bangunan yang terlihat indah dari luar, tapi ternyata dalam kondisi yang kurang baik di dalamnya. Kita bisa mengatakan bahwa bangunan itu "salah angkuh", karena tidak sesuai dengan penampilannya dari luar. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "salah angkuh" dalam kalimat yang alami: * "Dia terlihat berani, tapi ternyata tidak berani sama sekali, dia salah angkuh." * "Rupa-rupanya, tempat ini tidak seindah yang kita pikirkan, salah angkuh banget." * "Dia terlihat pintar, tapi ternyata tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana, salah angkuh sekali." Dalam budaya Indonesia modern, kata "salah angkuh" memiliki relevansi yang signifikan. Kita sering melihat orang-orang yang memiliki penampilan yang baik, tapi ternyata tidak sesuai dengan karakter atau perilaku mereka. Hal ini bisa membuat kita merasa kecewa atau kehilangan kepercayaan. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa dan memahami situasi sebelum membuat kesimpulan atau keputusan.