Arti Kata "megalomaniak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "megalomaniak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

megalomaniak

me·ga·lo·ma·ni·ak /mégalomaniak/ Psi 1 a cenderung mempunyai keinginan menjadi (orang) besar; 2 a mempunyai kecenderungan untuk melebih-lebihkan; 3 n penderita megalomania

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "megalomaniak"

📝 Contoh Penggunaan kata "megalomaniak" dalam Kalimat

1.Dia memiliki tanda-tanda megalomaniak yang sangat jelas dalam perilakunya di tempat kerja.
2.Keterampilan mengatur tim dan memotivasi orang lain membuatnya menjadi pemimpin yang tidak megalomaniak.
3.Pakar psikiatri mengatakan bahwa kecenderungan megalomaniak adalah gejala umum dari gangguan mental tertentu.
4.Pada akhirnya, keinginan menjadi orang besar dan megalomaniak membuatnya kehilangan banyak teman.
5.Dalam novel itu, tokoh utama digambarkan memiliki sifat megalomaniak yang sangat khas dalam kepribadiannya.

📚 Artikel terkait kata "megalomaniak"

Mengenal Kata 'megalomaniak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Megalomaniak" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "megalomaniak" adalah istilah psikologi yang menggambarkan individu yang cenderung memiliki keinginan menjadi orang besar atau memiliki kecenderungan untuk melebih-lebihkan. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, "megas" yang berarti besar dan "mania" yang berarti gila. Sejarahnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan para penguasa Romawi Kuno yang memiliki keinginan untuk menjadi dewa. Penggunaan kata "megalomaniak" dalam konteks sosial dan budaya modern sering terkait dengan perilaku kejam dan ambisius dari para pemimpin. Mereka cenderung menggunakan kekuasaan untuk memuaskan keinginan mereka sendiri, tanpa mempertimbangkan dampak negatif bagi masyarakat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "megalomaniak" dalam kalimat yang alami: * "Dia memiliki sifat megalomaniak yang membuatnya sulit untuk mendengarkan pendapat orang lain." * "Pendiri perusahaan itu memiliki kecenderungan megalomaniak yang membuatnya merasa lebih baik dari orang lain." * "Pemimpin politiknya memiliki sifat megalomaniak yang membuatnya sulit untuk bekerja sama dengan lawan politiknya." Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyaksikan contoh-contoh megalomaniak di media sosial, di mana orang-orang sering menampilkan kehidupan yang lebih baik dari kenyataan mereka. Mereka menggunakan media sosial untuk memperlihatkan kekayaan, kekuatan, dan kehebatan mereka, tanpa mempertimbangkan dampak negatif bagi orang lain. Relevansi kata "megalomaniak" dalam budaya Indonesia modern juga dapat dilihat dalam beberapa contoh yang menunjukkan kecenderungan megalomaniak di kalangan para pemimpin dan influencer. Mereka sering menggunakan kekuasaan dan pengaruh mereka untuk memuaskan keinginan mereka sendiri, tanpa mempertimbangkan dampak negatif bagi masyarakat. Dengan memahami konsep megalomaniak, kita dapat lebih bijak dalam menilai perilaku orang lain dan menghindari kecenderungan megalomaniak dalam diri sendiri.