Arti Kata "sahut-menyahut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sahut-menyahut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sahut-menyahut

sa.hut-me.nya.hut Verba (kata kerja) bersahut-sahutan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sahut-menyahut"

📝 Contoh Penggunaan kata "sahut-menyahut" dalam Kalimat

1.Pertemuan antara dua tim sepak bola di lapangan berlangsung bersahut-sahutan karena emosi para pemain.
2.Di dalam kelas, guru memberikan instruksi yang bersahut-sahutan untuk memastikan siswa mengerti materi pelajaran.
3.Dalam dialog film, karakter utama dan antagonis berbicara bersahut-sahutan, menunjukkan konflik yang semakin intens.
4.Di ruang rapat, atasan memberikan instruksi bersahut-sahutan kepada bawahan untuk memastikan tugas-tugas selesai tepat waktu.
5.Dalam pertarungan, lawan beradu kemampuan bersahut-sahutan, memamerkan keahlian dan strategi yang mumpuni.

📚 Artikel terkait kata "sahut-menyahut"

Mengenal Kata 'sahut-menyahut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sahut-menyahut" - Rahasia Komunikasi Lintas Budaya

Kata sahut-menyahut merupakan istilah yang memiliki makna sangat dalam dalam komunikasi lintas budaya. Dalam konteks historis, sahut-menyahut merujuk pada fenomena di mana dua pihak atau lebih melakukan komunikasi saling balas dengan tujuan memahami perspektif masing-masing. Dalam era digital, sahut-menyahut juga merujuk pada tindakan menjawab atau menanggapi pesan atau informasi yang diterima. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat sahut-menyahut terjadi dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita bertanya kepada seseorang dan ia menjawab, kemudian kita menjawab baliknya, dan seterusnya. Atau, ketika kita berdiskusi dengan orang lain dan kita saling memberikan pendapat, lalu mendengarkan pendapat pihak lain. Dalam contoh-contoh ini, sahut-menyahut berfungsi sebagai alat komunikasi yang efektif untuk memahami dan menyelesaikan masalah. Dalam budaya Indonesia modern, sahut-menyahut juga memiliki peran penting dalam komunikasi antar kelompok atau komunitas. Misalnya, dalam diskusi online atau forum diskusi, sahut-menyahut berfungsi sebagai alat untuk memahami perspektif masing-masing pihak dan mencapai kesepakatan. Dalam konteks ini, sahut-menyahut menjadi kunci untuk membangun komunikasi yang efektif dan memahami perspektif lain.