Arti Kata "dogol" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dogol" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dogol

1do·gol a 1 tidak bertanduk (tt lembu dsb); 2 tidak berbalung (tt ayam): ia lari bagai ayam --

2do·gol a bodoh: dia memang -- , dua tambah dua saja tidak tahu;
ke·do·gol·an n kebodohan: krn ~ nya ia celaka

3do·gol n jendul;
ber·do·gol v berjendul: kepalanya ~ terantuk pintu gudang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dogol"

📝 Contoh Penggunaan kata "dogol" dalam Kalimat

1.Ia lari bagai ayam yang tidak berbalung ketika melihat seekor anjing.
2.Pada hari itu, kuda-kuda itu menunjukkan diri mereka sebagai kuda yang tidak bertanduk.
3.Dalam cerita rakyat, seekor naga yang tidak berbalung menakutkan musuhnya.
4.Guru memintanya menggambarkan seekor kuda yang tidak bertanduk dalam kelas seni.
5.Dalam olahraga, kuda yang tidak bertanduk seringkali lebih cepat dan lincah.

📚 Artikel terkait kata "dogol"

Mengenal Kata 'dogol' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dogol" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "dogol" memiliki makna yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, "dogol" biasanya digunakan untuk menggambarkan benda yang tidak memiliki tanduk atau rambut, seperti lembu atau ayam. Kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak memiliki balung atau bentuk yang menonjol.

Contoh Penggunaan Kata "dogol"

Kata "dogol" sering digunakan dalam kalimat sehari-hari untuk menggambarkan keadaan atau sifat benda atau hewan. Misalnya, "ia lari bagai ayam yang masih dogol" berarti orang tersebut lari dengan sangat cepat dan tidak stabil. Atau, "lembu yang masih dogol" berarti lembu yang belum memiliki tanduk. Contoh lainnya adalah "ia melihat ayam yang masih dogol dan belum berbulu", berarti ayam tersebut masih dalam tahap perkembangan dan belum memiliki bulu yang panjang.

Relevansi Kata "dogol" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "dogol" memiliki relevansi penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia. Misalnya, dalam budaya Jawa, kata "dogol" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang masih muda dan belum memiliki pengalaman hidup. Atau, dalam budaya Sunda, kata "dogol" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang masih tidak stabil dan belum memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan. Dengan demikian, kata "dogol" memiliki nilai-nilai yang terkait dengan kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia.