Arti Kata "interaksionistik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "interaksionistik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

interaksionistik

in·ter·ak·si·o·nis·tik a Psi berhubungan dng perkembangan pd anak yg memperhitungkan saling pengaruh antara faktor pembawaan dan faktor lingkungan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "interaksionistik"

📝 Contoh Penggunaan kata "interaksionistik" dalam Kalimat

1.interaksionistik dalam psikologi anak menekankan peran lingkungan dalam pembentukan kepribadian.
2.Model interaksionistik ini digunakan dalam pendidikan untuk memahami bagaimana anak belajar dari lingkungan sekitarnya.
3.Dalam kacamata interaksionistik, anak tidak lahir sebagai tabula rasa, melainkan memiliki potensi yang dipengaruhi oleh lingkungan.
4.Teori interaksionistik mempengaruhi pola pikir kita tentang bagaimana anak tumbuh dan berkembang.
5.Dalam konteks sosial, interaksionistik dapat digunakan untuk memahami bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

📚 Artikel terkait kata "interaksionistik"

Mengenal Kata 'interaksionistik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Interaksionistik" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "interaksionistik" mungkin asing bagi sebagian orang, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sangat menarik. Kata ini berasal dari bahasa Inggris yaitu "interactionistic" yang berarti berhubungan dengan interaksi antara individu dengan lingkungannya. Dalam konteks psikologi, kata interaksionistik digunakan untuk menjelaskan bagaimana seseorang berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Definisi dan Makna Interaksionistik

Dalam psikologi, interaksionistik merujuk pada teori bahwa perkembangan individu dipengaruhi oleh interaksi antara faktor pembawaan dan faktor lingkungan. Artinya, seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh bakat dan kemampuan alami, tetapi juga oleh lingkungan dan pengalaman yang dihadapi. Dengan demikian, perkembangan individu tidak dapat dipisahkan dari faktor lingkungan, dan interaksi antara keduanya sangat penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku seseorang.

Penggunaan Interaksionistik dalam Kehidupan Sehari-Hari

Interaksionistik dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam proses belajar, interaksi antara guru dan siswa sangat penting dalam membentuk kemampuan belajar dan pengetahuan siswa. Selain itu, interaksi antara orang tua dan anak juga sangat penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak. Contoh lain, interaksionistik dapat dilihat dalam proses komunikasi antara individu. Dalam komunikasi, interaksi antara penutur dan pendengar sangat penting dalam membentuk makna dan pesan yang disampaikan. Dengan demikian, interaksionistik sangat penting dalam membentuk hubungan sosial dan komunitas yang harmonis.

Relevansi Interaksionistik dalam Kebudayaan Indonesia

Interaksionistik memiliki relevansi yang sangat penting dalam kebudayaan Indonesia. Dalam budaya Indonesia, interaksi antara individu dengan lingkungan sangat penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku seseorang. Misalnya, dalam kebudayaan Jawa, interaksi antara individu dengan lingkungan sangat penting dalam membentuk hubungan sosial dan komunitas yang harmonis. Dalam kesimpulan, interaksionistik adalah teori psikologi yang sangat menarik dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa interaksi antara individu dengan lingkungan sangat penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku seseorang.