Arti Kata "rumah perai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rumah perai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rumah perai

penjara

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rumah perai"

📝 Contoh Penggunaan kata "rumah perai" dalam Kalimat

1.Pengacara tersebut menuntut kepada pihak berwenang agar penjahat itu dijatuhi hukuman berupa penjara.
2.Pemilik toko itu berharap pelaku pencurian itu dapat mendapatkan hukuman berupa rumah perai.
3.Di dalam novel tersebut, protagonis dituduh menjadi pelaku kejahatan dan dipenjara selama beberapa tahun.
4.Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia, setiap orang yang melakukan kejahatan akan dipenjara sesuai dengan hukum yang berlaku.
5.Sudah beberapa tahun berlalu sejak dia dipenjara, namun dia tetap berharap dapat keluar dari rumah perai tersebut.

📚 Artikel terkait kata "rumah perai"

Mengenal Kata 'rumah perai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rumah Perai" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, kata "rumah perai" memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu penjara. Kata ini berasal dari bahasa Melayu, di mana "perai" berarti "penjara" atau "tahanan". Dalam konteks historis, rumah perai sering digunakan sebagai tempat penahanan bagi orang-orang yang melanggar hukum atau melakukan kesalahan-kesalahan serius. Pada masa kolonial Belanda, rumah perai menjadi sebuah institusi yang sangat penting dalam sistem hukum kolonial. Orang-orang yang dituduh melakukan kesalahan dapat dijadikan tahanan di rumah perai. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir, sistem penahanan telah bergeser ke arah yang lebih manusiawi, namun kata "rumah perai" tetap dipahami sebagai tempat penahanan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "rumah perai" sering digunakan dalam kalimat yang sangat alami. Misalnya, "Dia harus ke rumah perai karena melakukan tindakan ilegal" atau "Pada zaman dulu, rumah perai merupakan tempat penahanan bagi orang-orang yang melanggar hukum". Selain itu, kata "rumah perai" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti "Di Indonesia, rumah perai merupakan bagian dari sistem penahanan yang lebih maju dan manusiawi". Dalam budaya Indonesia modern, kata "rumah perai" masih memiliki makna yang sangat kental. Masyarakat Indonesia masih memahami bahwa rumah perai adalah tempat penahanan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun, kata "rumah perai" juga dapat digunakan sebagai simbol keadilan dan keamanan dalam masyarakat.