Arti Kata "rambung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rambung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rambung

ram·bung n pohon karet yg tingginya mencapai 20—40 m, daunnya lebat, tebal, licin, berkilap, dan berbentuk jorong, pucuk daun muda terbungkus daun pelindung berwarna merah, ditanam sbg tanaman hias; Ficus elastica

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rambung"

📝 Contoh Penggunaan kata "rambung" dalam Kalimat

1.Pohon rambling di halaman rumah kami sangat indah dan menambahkan keasrian.
2.Di taman botani, kita bisa melihat pohon rambling dengan daun yang lebar dan tebal.
3.Saya suka berjalan di hutan dan melihat pohon rambling yang tinggi dan kuat.
4.Pada musim panas, pohon rambling menjadi tempat yang sejuk dan nyaman untuk beristirahat.
5.Dalam novel itu, pohon rambling menjadi simbol kehidupan yang penuh berkah dan kebahagiaan.

📚 Artikel terkait kata "rambung"

Mengenal Kata 'rambung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rambung" - Inspirasi dari Alam

Kata "rambung" seringkali digunakan dalam konteks yang berbeda-beda, namun maknanya secara umum mengacu pada sesuatu yang memiliki bentuk atau struktur yang unik. Dalam konteks sejarah, kata ini juga terkait dengan pohon karet yang populer digunakan sebagai tanaman hias. Ficus elastica, atau yang lebih dikenal sebagai rambung, merupakan pohon karet yang dapat tumbuh hingga 20-40 meter dengan daun yang tebal, licin, dan berkilap. Pucuk daun muda rambung juga memiliki daun pelindung berwarna merah yang unik. Rambung sering digunakan dalam kalimat-kalimat yang alami. Misalnya, "Pohon rambung di taman itu sangat indah dengan daunnya yang lebat." Atau, "Saya suka berjalan di bawah rambung yang teduh di pagi hari." Dalam kalimat ini, kata rambung digunakan untuk menggambarkan bentuk dan struktur pohon karet yang populer digunakan sebagai tanaman hias. Dalam kehidupan sehari-hari, kata rambung juga memiliki relevansi dengan kebudayaan Indonesia modern. Banyak orang yang menggunakan rambung sebagai inspirasi dalam desain arsitektur dan interior. Rambung juga digunakan sebagai simbol dalam beberapa budaya lokal, seperti dalam upacara adat atau festival. Dengan demikian, kata rambung tidak hanya memiliki makna yang umum, tetapi juga memiliki relevansi yang lebih dalam dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.