Arti Kata "punya" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "punya" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

punya

pu·nya 1 v menaruh (dl arti memiliki): ia sudah -- uang pembeli sepeda; 2 v memiliki: siapa yg -- rumah ini; 3 n milik; yg dimiliki: yg hilang -- saya, bukan -- Tuan; -- kerja berhajat (spt mengadakan perayaan perkawinan dsb);
ber·pu·nya v 1 ada yg empunya: harta tidak ~; 2 sudah bersuami (beristri); sudah bertunangan: rupanya dia sudah ~; 3 berada; kaya: anak orang ~;
mem·pu·nyai v memiliki; menaruh: perguruan itu ~ lima buah fakultas;
mem·pu·nya·kan v 1 ark menjadikan milik; 2 cak mempunyai;
ke·pu·nya·an n yg dipunyai (oleh); milik: sekalian itu menjadi ~ kita; yg hilang ~ saya, bukan ~ Tuan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "punya"

📝 Contoh Penggunaan kata "punya" dalam Kalimat

1.Ia sudah memiliki uang pembeli sepeda yang akan dibeli hari ini.
2.Siapa yang memiliki rumah ini dan mengapa Anda datang ke sini?
3.Saya sangat berharap akan menjadi seorang yang memiliki rumah impian di masa depan.
4.Orang yang memiliki harta yang melimpah sering kali menjadi orang yang kaya dan berkuasa.
5.Perguruan itu memiliki lima buah fakultas yang berbeda-beda dan masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

📚 Artikel terkait kata "punya"

Mengenal Kata 'punya' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "punya" - Kunci Milik dan Kewibawaan

Kata "punya" merupakan salah satu kata baku dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna yang sangat luas. Dalam arti resmi, kata "punya" berarti menaruh atau memiliki sesuatu. Namun, dalam konteks sehari-hari, kata "punya" lebih sering digunakan untuk mengungkapkan kewibawaan atau kepemilikan seseorang terhadap sesuatu. Kata "punya" memiliki sejarah yang panjang dan kompleks dalam Bahasa Indonesia. Kata ini pertama kali muncul dalam bahasa Melayu pada abad ke-16 dan kemudian masuk ke dalam bahasa Indonesia pada abad ke-19. Dalam perkembangannya, kata "punya" telah berkembang menjadi berbagai bentuk dan makna, seperti "pu·nya 1 v menaruh (dl arti memiliki)", "pu·nya 2 v memiliki", dan "ke·pu·nya·an n yg dipunyai (oleh)". Berikut beberapa contoh penggunaan kata "punya" dalam kalimat yang alami: "Dia sudah memiliki mobil baru", "Rumah itu miliknya", dan "Saya punya buku ini". Dalam kalimat-kalimat ini, kata "punya" digunakan untuk mengungkapkan kepemilikan atau kewibawaan seseorang terhadap sesuatu. Kata "punya" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam budaya Indonesia, kata "punya" sering digunakan untuk mengungkapkan status sosial atau kewibawaan seseorang. Misalnya, seseorang yang memiliki rumah besar dan mobil mewah akan dianggap memiliki status sosial yang tinggi. Dalam konteks ini, kata "punya" digunakan untuk mengungkapkan kekayaan dan kekuasaan seseorang. Dalam kesimpulan, kata "punya" merupakan salah satu kata baku dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna yang sangat luas. Dalam konteks sehari-hari, kata "punya" digunakan untuk mengungkapkan kewibawaan atau kepemilikan seseorang terhadap sesuatu. Dalam budaya Indonesia modern, kata "punya" memiliki relevansi yang sangat besar dalam mengungkapkan status sosial atau kewibawaan seseorang.