Arti Kata "pogrom" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pogrom" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pogrom

pog·rom n 1 pembunuhan besar-besaran thd orang Yahudi; 2 pembunuhan besar-besaran thd suatu bangsa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pogrom"

📝 Contoh Penggunaan kata "pogrom" dalam Kalimat

1.Pembantaian orang Yahudi yang terjadi di Polandia pada tahun 1941 merupakan contoh yang tragis dari sejarah pogrom.
2.pogrom terhadap suku minoritas di negara tersebut telah berubah menjadi topik penting dalam diskusi sejarah dan budaya.
3.Pada abad ke-19, beberapa negara Eropa mengalami serangkaian kejadian pogrom yang menyebabkan kerusuhan massal.
4.Dalam novel itu, penulis menggambarkan sebuah skenario yang berpotensi menyebabkan kembali kejadian pogrom di sebuah kota kecil.
5.Para sejarawan selalu mengkaji dan menganalisis penyebab terjadinya pogrom untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

📚 Artikel terkait kata "pogrom"

Mengenal Kata 'pogrom' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pogrom" - Pembunuhan Besar-Besaran yang Mengerikan

Apa itu Pogrom? Pogrom adalah kata yang berasal dari bahasa Rusia yang berarti pembunuhan besar-besaran terhadap suatu kelompok etnis atau agama. Dalam konteks sejarah, pogrom sering kali terkait dengan kekerasan terhadap orang Yahudi di Eropa Timur. Pogrom pertama kali terjadi pada abad ke-17 dan menjadi fenomena yang berulang di berbagai negara, termasuk Rusia, Polandia, dan Ukraina. Pogrom tidak hanya berdampak pada korban kekerasan, tetapi juga mengakibatkan pemusnahan komunitas Yahudi dan kehilangan identitas budaya. Contoh Penggunaan Kata Pogrom Pogrom sering kali disebutkan dalam konteks peristiwa sejarah yang menakutkan. Contohnya, "Pada tahun 1903, pogrom terjadi di Kishinev, Moldova, dan menewaskan lebih dari 47 orang Yahudi." Atau, "Pogrom terhadap komunitas Yahudi di Polandia pada tahun 1946 berdampak pada kehilangan harta benda dan kehancuran tempat tinggal." Kata pogrom juga digunakan untuk merujuk pada bentuk kekerasan lainnya, seperti "Pogrom terhadap suku minoritas di Afrika Selatan pada tahun 1990-an." Relevansi Pogrom dalam Kehidupan Sehari-Hari Meskipun istilah pogrom sering kali terkait dengan peristiwa sejarah yang menakutkan, konsepnya masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Pogrom dapat diartikan sebagai bentuk kekerasan yang tidak hanya terjadi dalam konteks perang, tetapi juga dalam kehidupan sipil. Dalam konteks modern, pogrom dapat berupa bentuk diskriminasi, stereotip, atau kekerasan terhadap kelompok minoritas. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mencegah pogrom dalam berbagai bentuknya untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan harmonis.