Arti Kata "piatu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "piatu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

piatu

pi·a·tu n 1 orang yg tidak beribu-bapak: dia seorang anak --; 2 orang yg tidak bersanak saudara; seorang diri: dagang -- , orang asing yg tidak bersanak saudara;
ke·pi·a·tu·an n perihal kesendirian, tidak bersanak saudara

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "piatu"

📝 Contoh Penggunaan kata "piatu" dalam Kalimat

1.Dalam masyarakat, banyak orang piatu yang mencari jodoh.
2.Saya tidak menyukai berada di tempat kosong dengan piatu lainnya.
3.Dalam perjalanan hidup, ada beberapa orang piatu yang menjadi sahabat karib.
4.Saya pernah bertemu seorang piatu yang menetap di sebuah desa kecil.
5.Pernahkah Anda merasa seperti seorang piatu di tengah kantor yang ramai?

📚 Artikel terkait kata "piatu"

Mengenal Kata 'piatu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "piatu" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "piatu" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki ibu dan bapak, atau orang yang tidak memiliki saudara. Dalam konteks sejarah, kata ini muncul dalam beberapa naskah lama, seperti dalam cerita rakyat dan sastra klasik. Pada masa lalu, kata "piatu" sering digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial yang kompleks, seperti anak-anak yang tinggal sendirian atau orang yang tidak memiliki keluarga. Kata "piatu" memiliki berbagai penggunaan dalam kalimat sehari-hari. Misalnya, "Dia adalah seorang anak piatu yang tinggal bersama neneknya." Atau, "Dia adalah seorang dagang piatu yang selalu bepergian sendirian." Contoh lainnya, "Dia adalah seorang piatu yang tidak memiliki saudara, sehingga dia sangat ingin memiliki keluarga." Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan kondisi emosional, seperti merasa kesepian atau tidak memiliki dukungan dari orang lain. Kata "piatu" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi sosial yang kompleks, seperti anak-anak yang tinggal sendirian karena orang tua yang bekerja di luar negeri. Dalam kasus lainnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi emosional, seperti merasa kesepian atau tidak memiliki dukungan dari orang lain. Dalam beberapa tahun terakhir, kata "piatu" juga digunakan dalam konteks sastra dan seni, seperti dalam novel atau film yang menceritakan tentang kondisi sosial dan emosional seseorang.