Arti Kata "persekot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "persekot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

persekot

per·se·kot n 1 uang muka; (uang) panjar: calon penyewa yg akan menempati rumah itu memberi -- sepuluh ribu rupiah; 2 pembayaran tunai di muka atas penyerahan barang atau jasa yg harus dipertanggungjawabkan penerima pd suatu tanggal kemudian; 3 pembayaran atas suatu kontrak sebelum berakhir; 4 pembayaran upah, gaji, atau komisi sebelum waktunya;
me·mer·se·koti v memberi panjar (uang muka);
mem·per·se·koti v memersekoti

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "persekot"

📝 Contoh Penggunaan kata "persekot" dalam Kalimat

1.Pemilik rumah meminta calon penyewa untuk memberikan 5 juta rupiah sebagai persekot.
2.Dalam kontrak sewa rumah, ada perjanjian bahwa calon penyewa harus memberikan persekot sebelum menempati rumah tersebut.
3.Ibu tiri menuntut anak untuk memersekoti gaji bulan ini karena belum menyelesaikan tugasnya.
4.Pengusaha meminta kontraktor untuk memberikan persekot 10% dari total biaya proyek sebelum pekerjaan dimulai.
5.Setelah menempati rumah, pemilik rumah meminta calon penyewa untuk membayar persekot yang telah diberikan sebelumnya.

📚 Artikel terkait kata "persekot"

Mengenal Kata 'persekot' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "persekot" - Uang Muka yang Wajib Diketahui

Kata "persekot" seringkali terdengar asing di telinga kita, tetapi pada kenyataannya, kata ini memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. **Makna Umum dan Konteks Historis** Persekot berasal dari kata "uap muka" yang berarti pembayaran uang sebelum melakukan transaksi atau kontrak. Dalam konteks historis, persekot seringkali digunakan sebagai bentuk jaminan atau panjar sebelum melakukan transaksi. Misalnya, seseorang ingin menyewa rumah, maka mereka harus memberikan persekot sebagai bentuk jaminan bahwa mereka akan melakukan pembayaran sewa pada waktu yang telah ditentukan. **Contoh Penggunaan dalam Kalimat Alami** * **Penggunaan Sebagai Panjar**: Pada saat saya ingin menyewa apartemen, saya harus memberikan persekot sebesar Rp 500.000 sebagai jaminan bahwa saya akan melakukan pembayaran sewa pada waktu yang telah ditentukan. * **Penggunaan Sebagai Pembayaran Tunai**: Saya harus melakukan pembayaran tunai di muka atas penyerahan barang elektronik, jadi saya harus membayar persekot sebesar Rp 1.000.000 sebelum menerima barang tersebut. * **Penggunaan Sebagai Pembayaran Kontrak**: Saya harus melakukan pembayaran kontrak sebelum berakhir, jadi saya harus membayar persekot sebesar Rp 2.000.000 sebagai bentuk jaminan bahwa saya akan melakukan pembayaran kontrak pada waktu yang telah ditentukan. **Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari** Persekot memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam transaksi atau kontrak yang melibatkan uang. Dalam budaya Indonesia modern, persekot seringkali digunakan sebagai bentuk jaminan atau panjar sebelum melakukan transaksi. Dengan demikian, persekot menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari kita.