Arti Kata "penganakemasan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "penganakemasan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

penganakemasan

peng.a.nak.e.mas.an Nomina (kata benda) proses, cara, perbuatan menganakemaskan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "penganakemasan"

📝 Contoh Penggunaan kata "penganakemasan" dalam Kalimat

1.Pemerintah melakukan penganakemasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
2.penganakemasan produk lokal harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kehilangan nilai-nilai uniknya.
3.Dalam makanan tradisional, penganakemasan adalah proses yang kompleks untuk meningkatkan rasa dan nilai estetikanya.
4.penganakemasan budaya harus dilakukan dengan bijak untuk menghindari kehilangan identitas dan keunikan suatu komunitas.
5.penganakemasan kreatif digunakan dalam industri hiburan untuk meningkatkan daya tarik dan keaslian konten.

📚 Artikel terkait kata "penganakemasan"

Mengenal Kata 'penganakemasan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Penganakemasan" - Inspirasi dan Motivasi

Penganakemasan adalah kata yang seringkali tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, padahal maknanya sangat penting dalam konteks budaya dan sejarah Indonesia. Kata ini berasal dari kata "anak emas" yang dalam bahasa Indonesia berarti anak yang paling berharga dan dicintai. Penganakemasan sendiri berarti proses, cara, atau perbuatan menganakemaskan, yaitu memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih kepada anak tertentu. Sejarahnya, konsep penganakemasan telah ada sejak zaman dahulu kala, ketika masyarakat tradisional Indonesia memiliki sistem keluarga yang sangat kuat. Dalam keluarga, anak-anak diharapkan dapat menjadi penerus warisan dan meningkatkan nama baik keluarga. Oleh karena itu, anak-anak dianggap sebagai "anak emas" yang perlu diberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih. Penganakemasan menjadi bagian dari budaya Indonesia, sebagai cara untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada anak-anak. Dalam kehidupan sehari-hari, kata penganakemasan dapat digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Ayah saya sangat penganakemasan terhadap adik saya karena dia adalah anak pertama yang perlu diberikan perhatian." Atau, "Saya merasa sangat bersyukur karena saya dianugerahi seorang anak yang sangat cerdas dan berbakat, dan saya akan selalu penganakemasan terhadapnya." Kata penganakemasan juga dapat digunakan dalam konteks profesional, seperti dalam bidang pendidikan atau psikologi. Dalam budaya Indonesia modern, kata penganakemasan masih sangat relevan. Meskipun masyarakat modern telah berkembang pesat dan memiliki banyak perubahan, nilai-nilai tradisional masih sangat kuat. Dalam keluarga, penganakemasan masih dianggap sebagai hal yang sangat penting untuk meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak-anak. Selain itu, penganakemasan juga dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang untuk menjadi lebih baik dan lebih peduli terhadap anak-anak mereka.