Arti Kata "kulum" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kulum" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kulum

1ku·lum v, me·ngu·lum v 1 menahan (gula-gula dsb) di dl mulut: anak itu ~ gula-gula; 2 menggumam (berkata-kata dng mulut tertutup): sebentar-sebentar ia menyumpah-nyumpah sambil ~ kata-kata makiannya;
~ sirih makan sirih;
me·ngu·lum-ngu·lum v mengulum

2ku·lum Mk, ku·lum-ku·lum n senggulung; tenggulung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kulum"

📝 Contoh Penggunaan kata "kulum" dalam Kalimat

1.Anak itu mengulum gula-gula di dalam mulutnya.
2.Ia mengulum kata-kata makiannya sambil menyumpah-nyumpah.
3.Orang tua mengatakan bahwa ia harus mengulum rasa takutnya.
4.Dalam kebiasaan sehari-hari, seseorang mengulum sirih makan sirih.
5.Para siswa diharapkan tidak mengulum informasi penting dari gurunya.

📚 Artikel terkait kata "kulum"

Mengenal Kata 'kulum' - Inspirasi dan Motivasi

Menahan dan Mengulum: Makna Lain dari Kata "Kulum"

Kata "kulum" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini mengacu pada tindakan menahan sesuatu di dalam mulut, seperti gula-gula atau sirih. Namun, sejarah bahasa Indonesia juga menunjukkan bahwa kata ini memiliki konotasi lain yang terkait dengan kebiasaan berbicara. Dalam konteks historis, kata "kulum" sering digunakan untuk menggambarkan tindakan menggumam atau berkata-kata dengan mulut tertutup. Ini merupakan kebiasaan yang umum di kalangan masyarakat tradisional, terutama dalam kegiatan-kegiatan ritual atau upacara. Dalam kalimat, kata "kulum" dapat digunakan sebagai kata kerja aktif atau pasif, seperti dalam contoh berikut: Dengan menggunakan kata "kulum", kita dapat mengungkapkan makna yang lebih dalam dari kalimat tersebut. Misalnya, "Anak itu ~ gula-gula" dapat diartikan sebagai "Anak itu menahan gula-gula di dalam mulutnya". Sementara itu, "Sebentar-sebentar ia menyumpah-nyumpah sambil ~ kata-kata makiannya" dapat diartikan sebagai "Sebentar-sebentar ia menggumam dan mengulum kata-kata makiannya". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kulum" juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kebudayaan Indonesia. Misalnya, dalam kegiatan tradisional seperti mengunyah sirih, kata "kulum" digunakan untuk menggambarkan tindakan mengunyah sirih dengan cara tertentu. Dalam konteks ini, kata "kulum" dapat diartikan sebagai "mengulum" atau "mengunyah" sirih dengan cara yang tepat. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "kulum" memiliki makna yang kompleks dan luas dalam bahasa Indonesia. Dari penggunaannya dalam kebiasaan berbicara hingga kegiatan tradisional, kata ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki kemampuan untuk berekspresi secara luas dan mendalam.