Arti Kata "pelawa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pelawa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pelawa

1pe·la·wa kl v, me·me·la·wa v mengajak (mengundang) dng hormat;
pe·la·wa·an n undangan

2pe·la·wa n batas surut air laut: ternyata sampai air surut di -- hasil tangkapan kami tetap saja sedikit

3pe·la·wa n alangan; rintangan;
membuang -- , ki mempersilakan orang masuk ke rumah atau ke tempat terlarang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pelawa"

📝 Contoh Penggunaan kata "pelawa" dalam Kalimat

1.Gubernur mengundang para tokoh masyarakat untuk menghadiri rapat strategis.
2.Dia menerima undangan untuk menjadi pembicara utama pada konferensi internasional.
3.pelawaan untuk bergabung dengan tim olahraga telah dibuat secara resmi oleh pelatih.
4.Pengusaha terkenal membagikan undangan untuk acara perayaan ulang tahunnya yang meriah.
5.Pendidik di sekolah mengundang siswa untuk mengikuti kompetisi ilmiah tahunan.

📚 Artikel terkait kata "pelawa"

Mengenal Kata 'pelawa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pelawa" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "pelawa" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, pelawa adalah kata sifat yang berarti mengajak atau mengundang dengan hormat. Sejarah kata ini terkait dengan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia, terutama dalam konteks adat istiadat dan kebiasaan sosial. Pada masa lalu, pelawa sering digunakan dalam acara-acara formal seperti pernikahan, upacara, dan pertemuan-pertemuan resmi. Ketika seseorang ingin mengundang tamu atau mengajak orang lain untuk hadir dalam suatu acara, mereka akan menggunakan kata pelawa sebagai bentuk hormat dan kesopanan. Dengan demikian, pelawa bukan hanya sebagai kata sifat, tetapi juga sebagai simbol kesantunan dan kemasyarakatan. Contoh penggunaan kata pelawa dalam kalimat yang alami adalah: - "Saya menerima undangan pelawa dari kepalanya untuk menghadiri pertemuan hari ini." - "Dia memberikan tamu pelawa untuk menghadiri pesta ulang tahunnya." - "Kami sangat senang menerima mengundang pelawa dari komunitas lokal untuk menghadiri acara kita." Dalam kehidupan sehari-hari, kata pelawa masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai situasi. Dalam budaya Indonesia modern, kata pelawa tidak hanya digunakan sebagai bentuk hormat, tetapi juga sebagai cara untuk menunjukkan kesantunan dan kemasyarakatan. Dengan demikian, pelawa tetap menjadi bagian penting dalam bahasa Indonesia dan budaya masyarakat Indonesia.