Arti Kata "panteisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "panteisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

panteisme

pan·te·is·me /pantéisme/ n 1 ajaran yg menyamakan Tuhan dng kekuatan-kekuatan dan hukum-hukum alam semesta; 2 penyembahan (pemujaan) kpd semua dewa dr berbagai kepercayaan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "panteisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "panteisme" dalam Kalimat

1.panteisme adalah konsep filosofis yang menyatakan bahwa Tuhan adalah bagian dari alam semesta.
2.Di beberapa budaya, panteisme digunakan sebagai cara penyembahan terhadap kekuatan alam yang dilihat sebagai dewa.
3.panteisme juga digunakan dalam seni untuk menggambarkan kaitan antara manusia dan alam.
4.Dalam pendidikan, panteisme sering digunakan sebagai contoh konsep keagamaan yang berbeda dari monoteisme.
5.panteisme juga sering digunakan sebagai kritik terhadap kekuasaan manusia atas alam yang dipandang sebagai kekuasaan Tuhan.

📚 Artikel terkait kata "panteisme"

Mengenal Kata 'panteisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Panteisme" - Inspirasi dan Motivasi

Panteisme adalah sebuah konsep filosofis yang telah ada sejak zaman kuno. Konsep ini berfokus pada pengakuan bahwa Tuhan atau kekuatan ilahi adalah bagian dari kekuatan alam semesta, bukanlah sebuah entitas yang berdiri sendiri. Dalam konteks historis, panteisme telah dianut oleh beberapa kebudayaan kuno, seperti Yunani kuno, Mesir kuno, dan Hindu. Panteisme telah menjadi inspirasi bagi banyak filsuf dan cendekiawan, termasuk Friedrich Nietzsche, yang menyatakan bahwa "Tuhan sudah meninggal" dan kita harus mengakui bahwa kekuatan ilahi adalah bagian dari kekuatan alam semesta. Konsep ini juga telah mempengaruhi seni dan sastra, dengan banyak karya yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam semesta sebagai suatu hal yang sakral. Contoh penggunaan kata panteisme dalam kalimat alami adalah: "Panteisme adalah sebuah agama yang menyamakan Tuhan dengan kekuatan alam semesta." atau "Panteisme telah menjadi inspirasi bagi banyak filsuf dalam mencari jawaban atas pertanyaan tentang asal mula kehidupan." Contoh lainnya adalah: "Panteisme dapat dilihat dalam seni dan sastra, seperti dalam karya-karya dari pengarang-pengarang seperti Friedrich Nietzsche." Dalam kehidupan sehari-hari, panteisme masih relevan dan dapat dilihat dalam beberapa aspek. Misalnya, dalam kegiatan ekologi, panteisme dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang untuk menjaga kelestarian alam semesta dan menghargai kekuatan alam semesta. Dalam budaya Indonesia, panteisme juga dapat dilihat dalam beberapa kebudayaan tradisional, seperti animisme dan pemujaan alam semesta. Dengan demikian, panteisme adalah sebuah konsep filosofis yang masih relevan dan dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang dalam mencari jawaban atas pertanyaan tentang asal mula kehidupan dan kekuasaan ilahi.