Arti Kata "neurosis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "neurosis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

neurosis

neu·ro·sis /néurosis/ n Dok penyakit saraf yg berhubungan dng fungsinya tanpa ada kerusakan organik pd bagian susunan saraf (spt histeri, depresi, fobi); psikoneurosis

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "neurosis"

📝 Contoh Penggunaan kata "neurosis" dalam Kalimat

1.Dokter psikolog menemukan bahwa pasien tersebut menderita neurosis karena trauma masa lalu.
2.Mahasiswa harus memahami konsep neurosis dalam psikologi untuk menulis tesisnya dengan baik.
3.Pengalaman hidup yang berulang kali menimbulkan rasa ketakutan yang berlebihan dan merupakan bentuk neurosis.
4.Seringkali, orang-orang yang menderita neurosis membutuhkan bantuan dari profesional kesehatan mental.
5.Dalam karyanya, novelis menggambarkan tokoh utamanya yang menderita neurosis karena tekanan sosial yang dialaminya.

📚 Artikel terkait kata "neurosis"

Mengenal Kata 'neurosis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Neurosis" - Gaya Berpikir dan Kesehatan Mental

Dalam dunia psikologi dan kesehatan mental, neurosis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi penyakit saraf yang berhubungan dengan fungsinya tanpa ada kerusakan organik pada bagian susunan saraf. Kata ini pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud, seorang ahli psikologi Austria yang terkenal, pada awal abad ke-20. Pada saat itu, neurosis dianggap sebagai suatu penyakit mental yang parah dan tidak dapat disembuhkan. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, neurosis sekarang dianggap sebagai suatu kondisi yang dapat ditangani dan disembuhkan dengan bantuan terapi dan perawatan medis. Neurosis dapat mengambil berbagai bentuk, seperti histeri, depresi, dan fobi. Contoh penggunaan kata neurosis dalam kalimat yang alami adalah: "Dia menderita neurosis akibat kehilangan pekerjaannya dan harus menjalani terapi untuk mengatasi masalahnya." atau "Ia memiliki neurosis yang serius dan memerlukan perawatan medis untuk mengobati gejala yang muncul." Neurosis juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, neurosis telah menjadi topik yang populer di kalangan masyarakat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Mereka seringkali menggunakan istilah neurosis untuk menggambarkan kondisi mental yang mereka alami, seperti kecemasan, stres, dan depresi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami apa itu neurosis dan bagaimana cara mengatasi masalah ini dengan efektif.