Arti Kata "neto" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "neto" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

neto

ne·to /néto/ a bersih (tt gaji, pendapatan, timbangan, dsb): keuntungan -- lima ribu rupiah per hari; berat -- , berat isi yg sebenarnya (tidak termasuk bungkusnya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "neto"

📝 Contoh Penggunaan kata "neto" dalam Kalimat

1.Gaji yang diterima oleh karyawan setelah dikurangi pajak adalah Rp 3 juta per bulan neto.
2.Bukti keuntungan perusahaan setelah dikurangi semua biaya operasional adalah Rp 10 miliar per tahun neto.
3.Rencana anggaran belanja bulanan harus dibuat secara akurat untuk menghindari pengeluaran neto yang tidak terkendali.
4.Pada hari-hari besar, harga jual makanan di pasar tradisional cenderung naik karena ongkos bahan baku dan biaya operasional yang tidak neto.
5.Dalam perhitungan akuntansi, laba bersih perusahaan dihitung sebagai perbedaan antara pendapatan dan pengeluaran neto.

📚 Artikel terkait kata "neto"

Mengenal Kata 'neto' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "neto" Dalam Konteks Finansial dan Sehari-Hari

Kata "neto" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia, termasuk dalam konteks finansial dan sehari-hari. Secara umum, kata "neto" berarti bersih, yaitu keuntungan atau berat isi yang sebenarnya tanpa termasuk tambahan lainnya. Dalam sejarahnya, kata "neto" dipengaruhi oleh bahasa Italia, yaitu "netto", yang berarti bersih atau bebas dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam konteks finansial, kata "neto" sering digunakan untuk menggambarkan keuntungan atau penghasilan yang diterima setelah dipotong biaya-biaya lainnya. Contohnya, seseorang memiliki gaji bulanan sebesar Rp 10 juta, tetapi setelah dipotong pajak dan asuransi, maka gajinya menjadi Rp 8 juta neto. Dalam kalimat ini, kata "neto" menunjukkan bahwa gaji yang diterima tidak termasuk biaya-biaya lainnya. Selain itu, kata "neto" juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan berat isi suatu barang tanpa termasuk bungkusnya. Contohnya, seseorang membeli sebotol air mineral dengan berat 1 kg, tetapi karena bungkusnya, maka berat totalnya menjadi 1,2 kg. Jika hanya berat isi yang diinginkan, maka berat neto-nya adalah 1 kg. Dalam budaya Indonesia modern, kata "neto" sangat relevan dalam konteks keuangan dan pengeluaran sehari-hari. Banyak orang yang ingin mengetahui berapa gaji neto mereka setelah dipotong biaya-biaya lainnya, serta berapa berat isi suatu barang tanpa termasuk bungkusnya. Dengan demikian, kata "neto" dapat membantu orang memahami konsep keuangan dan pengeluaran yang lebih akurat dan efektif.