Arti Kata "musuh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "musuh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

musuh

mu·suh n 1 lawan (berkelahi, bertengkar, berperang, berjudi, bertanding, dsb); seteru: walaupun tubuhnya kecil, ia dapat mengalahkan -- nya yg tinggi besar; dahulu -- , sekarang menjadi kawan; 2 bandingan, imbangan, tandingan: barang ini tidak ada -- nya; 3 sesuatu yg mengancam (kesehatan, keselamatan); yg merusakkan: penyakit itu merupakan -- rakyat di daerah ini; hama wereng merupakan -- tanaman padi;
-- jangan dicari-cari, bersua jangan dielakkan, pb jangan dicari-cari permusuhan itu, tetapi jika ia datang jangan pula berasa takut;
-- bebuyutan musuh lama; musuh turun-temurun; -- dl selimut ki musuh di kalangan sendiri; -- masah berbagai-bagai musuh;
ber·mu·suh v 1 musuh-memusuhi; berlawanan (berlaku spt musuh dng musuh): kedua pihak selalu -; mendamaikan kedua suku yg -; 2 saling memusuhi;
ber·mu·suh·an v bermusuh;
me·mu·suhi v bermusuh kpd; menjadi musuh; melawan (menentang dsb); membenci: masih ada negara yg - kita;
per·mu·suh·an n perihal bermusuhan; perseteruan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "musuh"

📝 Contoh Penggunaan kata "musuh" dalam Kalimat

1.Pertarungan antara keseimbangan alam dan manusia adalah musuh utama lingkungan hidup.
2.Permusuhan antara dua keluarga telah berlangsung selama beberapa generasi.
3.Dalam permainan catur, raja adalah musuh yang paling berbahaya bagi lawan.
4.Penderita penyakit itu menjadi musuh utama tubuhnya sendiri.
5.Dalam pertandingan sepak bola, lawan yang paling kuat adalah musuh yang paling sulit diatasi.

📚 Artikel terkait kata "musuh"

Mengenal Kata 'musuh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "musuh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "musuh" seringkali memiliki makna yang negatif dan berkonotasi sebagai lawan atau penantang. Namun, di dalam konteks historis dan sosial, makna dari kata ini bisa berbeda-beda. Di masa lalu, seseorang bisa menjadi musuh karena berbagai alasan, seperti perbedaan pendapat, persaingan, atau bahkan untuk melindungi diri dari ancaman. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan lawan dalam sebuah pertandingan, perjuangan, atau bahkan dalam hubungan interpersonal. Misalnya, "Pemain sepak bola tim A berhadapan dengan musuh mereka, tim B, di babak final." Atau, "Dia tidak ingin menjadi musuh dengan rekan kerjanya, jadi dia mencoba untuk mengatasi perbedaan pendapat mereka."

Penggunaan Kata "musuh" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "musuh" juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam konteks politik, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan lawan politik yang menentang ideologi atau kebijakan. Atau, dalam konteks bisnis, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan kompetitor yang menantang kesuksesan sebuah perusahaan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa melihat penggunaan kata "musuh" dalam konteks sosial dan budaya. Misalnya, dalam konteks pernikahan, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan lawan dalam sebuah pernikahan, yaitu siapa yang tidak ingin pernikahan itu sukses. Atau, dalam konteks keluarga, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menantang keharmonisan keluarga.

Relevansi Kata "musuh" dalam Budaya Indonesia Modern

Kata "musuh" memiliki relevansi yang signifikan dalam budaya Indonesia modern. Dalam konteks sosial dan budaya, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan lawan atau penantang dalam berbagai situasi. Misalnya, dalam konteks olahraga, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan lawan dalam sebuah pertandingan, seperti sepak bola, bulu tangkis, atau bahkan dalam kontes kecantikan. Dalam konteks politik, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan lawan politik yang menentang ideologi atau kebijakan. Atau, dalam konteks bisnis, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan kompetitor yang menantang kesuksesan sebuah perusahaan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa melihat penggunaan kata "musuh" dalam konteks sosial dan budaya. Misalnya, dalam konteks pernikahan, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan lawan dalam sebuah pernikahan, yaitu siapa yang tidak ingin pernikahan itu sukses. Atau, dalam konteks keluarga, kata "musuh" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menantang keharmonisan keluarga.