Arti Kata "sikah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sikah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sikah

si·kah lihat rupiah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sikah"

📝 Contoh Penggunaan kata "sikah" dalam Kalimat

1.Saya menemukan rupiah di sini, tetapi ini bukan uang asli, si·kah lihat rupiah yang asli.
2.Saya memeriksa dompet saya, si·kah ada rupiah yang bisa saya gunakan untuk membeli makanan.
3.Dia bertanya kepada saya, si·kah Anda punya rupiah untuk membayar tagihan listrik ini.
4.Saya mendengar bahwa harga barang-barang akan meningkat, si·kah ini berdampak pada kehidupan sehari-hari kita?
5.Saya mencari uang di kamar saya, si·kah ada rupiah yang bisa saya gunakan untuk membayar biaya kuliah.

📚 Artikel terkait kata "sikah"

Mengenal Kata 'sikah' - Inspirasi dan Motivasi

Arti Sikah: Menjelajahi Makna Bahasa Indonesia Kuno

Dalam bahasa Indonesia, kata sikah memiliki makna yang unik dan khas. Kata ini sering digunakan dalam konteks ekonomi dan keuangan, terutama ketika mengacu pada nilai tukar mata uang rupiah. Sejarah kata sikah bermula dari zaman kolonial Belanda, ketika mata uang rupiah masih belum menjadi mata uang resmi di Indonesia. Saat itu, orang-orang sering menggunakan kata sikah untuk menggambarkan nilai tukar mata uang rupiah dengan mata uang lainnya, seperti gulden Belanda. Dengan demikian, kata sikah menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang kaya dan kompleks. Sikah juga dapat digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Harga beras naik lagi, sikahnya sekarang lebih mahal dari sebelumnya." Atau, "Saya harus menukar uang saya menjadi rupiah karena sikahnya lebih baik daripada mata uang lainnya." Contoh lainnya adalah, "Pengusaha lokal mengeluh bahwa sikah rupiah terlalu volatile, membuat bisnis mereka sulit diprediksi." Sikah memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks ekonomi dan keuangan. Dalam era modern, kata sikah masih digunakan dalam berbagai konteks, seperti perbankan, perdagangan, dan investasi. Dengan demikian, kata sikah menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang dinamis dan adaptif, terus berkembang seiring perkembangan zaman.