Arti Kata "mewanti-wanti" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mewanti-wanti" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mewanti-wanti

me.wan.ti-wan.ti Verba (kata kerja) memberi pesan yang disampaikan dengan sungguh-sungguh agar dilaksanakan oleh yang dipesani

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mewanti-wanti"

📝 Contoh Penggunaan kata "mewanti-wanti" dalam Kalimat

1.Pengawas mewanti-wanti kepada karyawan untuk menyelesaikan tugas sebelum jam kerja berakhir.
2.Pemimpin tim mewanti-wanti kepada anggota tim untuk meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan.
3.Ibu mewanti-wanti kepada anaknya untuk tidak bermain di luar rumah terlalu lama.
4.Dalam pertemuan rapat, bos mewanti-wanti kepada tim untuk meningkatkan kualitas produk.
5.Pendidik mewanti-wanti kepada siswa untuk menyelesaikan tugas sekolah sebelum akhir pekan.

📚 Artikel terkait kata "mewanti-wanti"

Mengenal Kata 'mewanti-wanti' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mewanti-wanti" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mewanti-wanti" adalah istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Dalam arti resmi, mewanti-wanti adalah kata kerja yang mengandung makna memberi pesan yang disampaikan dengan sungguh-sungguh agar dilaksanakan oleh yang dipesani. Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Kata mewanti-wanti pertama kali muncul pada abad ke-19, ketika Indonesia masih dalam era kolonial. Pada saat itu, kata ini digunakan sebagai cara untuk memberitahu orang lain tentang hal-hal yang penting dan perlu diperhatikan. Dalam konteks sosial, kata mewanti-wanti digunakan sebagai cara untuk mengingatkan orang lain tentang tanggung jawab mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, kata mewanti-wanti masih digunakan secara luas. Misalnya, ketika Anda ingin mengingatkan teman Anda untuk tidak terlambat, Anda dapat mengatakan: "Hai, mewanti-wanti kamu jangan terlambat ya!" Atau, ketika Anda ingin mengingatkan anak Anda untuk membawa tas sekolah, Anda dapat mengatakan: "Anak, mewanti-wanti kamu membawa tas sekolahmu ya!" Dalam contoh-contoh ini, kata mewanti-wanti digunakan untuk memberi pesan yang jelas dan efektif. Dalam budaya Indonesia modern, kata mewanti-wanti masih memiliki relevansi yang kuat. Dalam konteks motivasi dan inspirasi, kata ini digunakan sebagai cara untuk mengingatkan orang lain tentang tujuan dan impian mereka. Dengan menggunakan kata mewanti-wanti, kita dapat membantu orang lain untuk tetap fokus dan terus maju menuju tujuan mereka.