Arti Kata "meunasah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "meunasah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

meunasah

meu·na·sah n bangunan umum di desa-desa sbg tempat melaksanakan upacara agama, pendidikan agama, bermusyawarah, dsb (di Aceh)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "meunasah"

📝 Contoh Penggunaan kata "meunasah" dalam Kalimat

1.Pada hari Jumat, warga desa berkumpul di meunasah untuk berdoa bersama.
2.Dalam upacara pernikahan, meunasah menjadi tempat yang sakral bagi pasangan suami-istri.
3.Di Aceh, meunasah digunakan sebagai tempat pelaksanaan pendidikan agama bagi anak-anak.
4.Pada malam Idul Fitri, warga desa berkumpul di meunasah untuk bermaaf-maafan dan berbagi makanan.
5.Di meunasah, para ulama memberikan ceramah tentang pentingnya kejujuran dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

📚 Artikel terkait kata "meunasah"

Mengenal Kata 'meunasah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Meunasah" - Simbol Kepemilikan Bersama

Sejarah dan Konteks Meunasah

Meunasah adalah bangunan umum di desa-desa, terutama di Aceh, yang digunakan sebagai tempat melaksanakan upacara agama, pendidikan agama, bermusyawarah, dan aktivitas sosial lainnya. Bangunan ini memiliki banyak makna di balik keberadaannya, baik sebagai tempat berkumpul masyarakat, tempat belajar agama, maupun sebagai tempat untuk mengambil keputusan bersama. Meunasah seringkali dianggap sebagai simbol kehidupan komunitas di Aceh, tempat dimana masyarakat dapat berkumpul, berbagi, dan bersama-sama mencari solusi.

Penggunaan Meunasah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meunasah seringkali digunakan sebagai tempat untuk mengadakan musyawarah, pertemuan, dan kegiatan sosial lainnya. Misalnya, "Kami akan mengadakan musyawarah di meunasah untuk membahas rencana pembangunan desa." Bahkan, meunasah juga digunakan sebagai tempat untuk mempelajari agama dan nilai-nilai kehidupan. Sebagai contoh, "Saya pergi ke meunasah untuk mendengarkan ceramah Agama Islam." Selain itu, meunasah juga dapat digunakan sebagai tempat untuk mengadakan kegiatan budaya dan seni, seperti "Kami akan mengadakan pertunjukan seni di meunasah untuk merayakan hari ulang tahun desa."

Relevansi Meunasah dalam Budaya Indonesia Modern

Meunasah masih memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh. Bangunan ini tetap digunakan sebagai tempat berkumpul dan berbagi, baik secara formal maupun informal. Selain itu, meunasah juga menjadi simbol kehidupan komunitas di Aceh, tempat dimana masyarakat dapat berkumpul, berbagi, dan bersama-sama mencari solusi. Dalam era modern ini, meunasah masih dapat menjadi tempat yang strategis untuk mengembangkan kegiatan sosial, budaya, dan agama. Oleh karena itu, meunasah tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh.