Arti Kata "menteleng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "menteleng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

menteleng

men·te·leng Jw v membuka mata lebar-lebar; membelalakkan mata: ketika ditanya hakim terdakwa diam saja, matanya -- , sampai hakim menegurnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "menteleng"

📝 Contoh Penggunaan kata "menteleng" dalam Kalimat

1.Dalam pengadilan, hakim terdakwa diam saja, matanya menteleng, sampai hakim menegurnya.
2.Istriku menteleng ketika aku tidak memberitahu lokasi acara perkawinan kami.
3.Dalam novel karya penulis terkenal, tokoh utama menteleng ketika melihat kekejaman penjahat.
4.Siswa ini menteleng karena tidak bisa menjawab pertanyaan guru.
5.Dalam pengalaman hidup, kita menteleng ketika harus menghadapi kegagalan atau kekalahan.

📚 Artikel terkait kata "menteleng"

Mengenal Kata 'menteleng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "menteleng" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "menteleng" seringkali digunakan dalam konteks yang berbeda-beda, tetapi maknanya tetap sama, yaitu membuka mata lebar-lebar atau membelalakkan mata. Kata ini memiliki asal-usul dari bahasa Jawa, yaitu "teleg" yang artinya membuka mata. Dalam sejarah, kata ini digunakan dalam konteks hukum, terutama dalam proses pengadilan, di mana hakim meminta terdakwa untuk membuka mata lebar-lebar saat ditanya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "menteleng" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita bertemu dengan seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa, kita mungkin akan berkata, "Saya tidak percaya, Anda menteleng saya dengan kemampuan Anda!" Atau, ketika kita melihat sesuatu yang sangat mengejutkan, kita mungkin akan berkata, "Saya menteleng saat melihat kejadian itu!" Kata "menteleng" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks motivasi dan inspirasi. Ketika kita melihat seseorang yang memiliki keberanian atau kemampuan luar biasa, kita mungkin akan merasa terinspirasi dan ingin menteleng diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Dengan kata lain, kata "menteleng" dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita untuk meningkatkan diri. Dalam budaya Indonesia modern, kata "menteleng" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks hukum, kata ini masih digunakan dalam proses pengadilan, di mana hakim meminta terdakwa untuk membuka mata lebar-lebar saat ditanya. Dalam konteks sosial, kata ini dapat digunakan untuk mengungkapkan kejutan atau kemampuan luar biasa seseorang.